TARGETRIAU

Kepulauan Meranti

Nasional

Showbiz

Foto

Video

Sabtu, 16 Oktober 2021

Pelaku Judi Togel Online Ditangkap Sat Reskrim Polres Kuansing


TELUK KUANTAN - Team opsnal Sat Reskrim Polres Kuansing tangkap pelaku  tindak pidana judi Toto gelap (Togel) online  SO (56)  dan HO (36)  di desa Sawah Kecamatan Kuantan Tengah Kuansing Riau sekira pukul 14. 00 wib.

Dari hasil penyelidikan Team Opsanl Satreskrim Polres Kuansing menemukan aplikasi sms masuk berupa angka angka diduga togel dari inisial HO,  selanjutnya terhadap pelaku dan Barang bukti  dibawa ke Polres Kuantan Singingi untuk proses penyidikan perkaranya.

Pelaku  SO  mengirimkan angka-angka tersebut melalui akun pribadinya atas nama WS yang  didaftarkan pada Situs Toto Macau KTV secara online dan pada Akun pelaku SO  masih terdapat deposit sebesar Rp700.000 (tujuh rstus ribu rupiah)," ujar Kapolres Kuansing melalui Kasat Reskrim AKP Boy Marudut Tua,MH kepada wartawan Sabtu sore.

Team Opsnal melakukan pendalaman informasi dari temuan terhadap pelaku SO bahwa HO  ada melakukan penerimaan pembelian judi jenis Togel, selanjutnya pada pukul 14.00 Wib terhadap HO  berhasil diamankan berikut barang bukti uang dan Hp yang pada aplikasi sms masuk ditemukan angka -angka diduga berkaitan dengan penjualan togel dan pada aplikasi sms keluar ditemukan pengiriman angka togel kepada saudara  SO yang  menurut HO dia merupakan  bandar.

Sedangkan Barang bukti yang berhasil di amankan berupa  Uang tunai sebesar Rp 840.000, 1 (satu) buah Hp Vivo milik HO, 1 (satu) buah  Hp Oppo milik SO.

Terhadap para pelaku yang diduga melakukan tindak pidana judi jenis Toto gelap online akan di kenakan pasal 303 KUHP.(Humas Polres Kuansing)



Reporter : Tina Ambela

Kunker ke Polsek Rangsang, Kapolres Meranti Minta Jaga Kamtibmas Dari Segala Hal


MERANTI- Sebagai penegak hukum yang berada di wilayah terluar, Polsek Rangsang diminta untuk terus berperan aktif menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) demi kepentingan bersama. Karena sebagai wilayah perbatasan Kepulauan Meranti dinilai sangat rentan terhadap situasi kriminal dan pelanggaran hukum lainnya.

Hal ini disampaikan Kapolres Meranti, AKBP Andi Yul LTG SH SIK MH dihadapan seluruh personel Polsek Rangsang saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Mapolsek Rangsang jalan Pelajar pada Sabtu (16/10/2021).


"Sebagai Polsek yang berada di wilayah terluar diharapkan dapat fokus untuk menjaga situasi Kamtibmas yang baik, sehingga peran Polri di wilayah perbatasan dapat dirasakan kehadirannya oleh masyarakat. Untuk itu mari kita kuatkan soliditas internal kita, antara pimpinan dan anggota harus saling sayang serta peka terhadap tupoksi masing-masing, kemudian mari lakukan inovasi-inovasi dan semangat positif kedepan. Selain itu juga mari jaga komunikasi internal, saling terbuka satu dengan yang lain, karena komunikasi itu penting dilakukan dan melakukan inovasi-inovasi yang luar biasa kedepan" ajak Kapolres Andi.

Orang nomor satu di jajaran Korps Tibrata Polres Meranti tersebut juga menegaskan kepada seluruh personel untuk tetap menjaga kode etik, disiplin dan menjaga nama baik serta harkat martabat diri kita sebagai anggota Polri. Kemudian diingatkannya seluruh personel untuk tetap semangat bersinergi membantu penyelesaian percepatan Vaksinasi di Kepulauan Meranti.


"Sebagai anggota Polri kedisiplinan penting dijaga, selain untuk diri sendiri, jaga nama baik keluarga, apabila semua itu sudah rusak maka akan rusak juga nama institusi nantinya. Mayoritas kita semua sudah berkeluarga, maka berpikirlah sebelum bertindak, jauhi pelanggaran. Kemudian mari kita bekerjasama membantu percepatan Vaksinasi masyarakat di Meranti ini, semoga dengan ikhtiar kita bersama dapat membantu memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Meranti," pungkas Kapolres.

Terlihat giat Kunker yang tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) tersebut, selain Kapolres juga hadir mendampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti, Ny Ipha Andi Yul, Kabag Sumda Polres Meranti Kompol Edi Renhar, Kasat Samapta AKP Ermanto, Kasat Polair Polres Meranti AKP Yosi Marlius SSos, Kasi Propam Polres Meranti IPDA Ali Afrianto SH, Kapolsek Rangsang IPTU Djoni Rekmamora, personel Polsek Rangsang, Ketua Ranting Bhayangkari Polsek Rangsang Ny Nani Djoni, dan komponen lainnya.

LSM FORTARAN Sorot PAMSIMAS Desa Mekar Delima Tahun Anggaran 2017 Yang Diduga Asal Jadi


Sangat di sayangkan sejumlah warga desa Mekar Delima Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, mengeluhkan program nasional penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS) di desa mereka tidak dapat di manfaatkan. 

Pasalnya, sejak sarana itu di bangun pada tahun 2017 lalu, hingga 2021ini, belum bisa di manfaatkan oleh masyarakat. Seperti di kemukakan salah seorang warga setempat,yang tak mau di sebut kan nama nya oleh awak media dan LSM di lokasi, dengan beberapa warga lain nya saat pantauan awak media dan ketua LSM  ke lokasi. 

Demikian juga yang di sampai kan warga lain nya kepada awak media, begitu juga saat ketua LSM menggali informasi kepada masyarakat setempat di tanya kan kepada warga lain nya  saat berbincang dengan ketua LSM fortaran ini di salah satu rumah warga.


Ketua LSM Budiman juga  juga sangat prihatin atas penyampaian masyarakat setempat  mengaku sangat menyayangkan Program tersebut, Dimana, Proyek yang di biayai melalui APBD tahun 2017 dengan nilai ratusan jutaan rupiah dan bahkan di tambah lagi 10 persen dari ADD, belum bisa di manfaatkan masyarakat. Sejak awal di kerjakan pada tahun 2017 lalu hingga tahun 2021ini, Pamsimas di desa kami tidak kunjung di serah terimakan, lantaran akses atau pipa saluran air kerumah warga belum di kerjakan, selain itu mesin dan Tangki air juga belum di pasang" katanya warga itu.  

Ketua LSM Fortaran Budiman Menyampaikan, Program Pamsimas ini merupakan program nasional, Proyek yang merupakan salah satu program Pemerintah pusat bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan atau kelurahan dan meningkatkan nilai dan prilaku hidup sehat dengan membangun atau menyediakan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. 

"Ironisnya, program Pemerintah untuk masyarakat ini tidak dapat di rasakan manfaatnya oleh warga. Ini tidak lepas dari keseriusan pihak desa dan yang mengerjakan proyek ini. Mestinya, Pekerjaan itu mengutamakan manfaat bagi masyarakat dan tuntasnya pekerjaan dan Berkwalitas dan bisa di manfaatkan ,jangan dibagun asal jadi saja karna uang yang dibangun uang negara bukan dibagun asal asal saja" jelas ketua lsm Fortaran ini Dengan nada kesal.

Terkait hal ini  juga warga menyebutkan, atas informasi ini pihaknya sudah berupaya untuk mendapat komfirmasi dari kepala desa setempat" Namun pk kades belum menanggapi sehingga sampai saat ini apa masaalah Pamsimas belum di ketahui. Ia mengharapkan, melalui media ini bisa menampung keluhan warga. 

Tepat Nya Kamis sekitar pukul 9 pagi Ketua LSM dan 4 Anggota lain nya,Cuba menjumpai kades mekar delima di kantor nya, tapi sangat di sayangkan, kantor desa Sampai pukul 09 kantor nya belum di buka, dan satu orang staf desa pun yang hadir untuk di mintak keterangan,terkait persoalan ini ketua LSM akan mintak dinas dan pihak berwajib memeriksa dan menindak lanjuti persoalan ini,Dan bisa di ketahui oleh Pemerintah daerah, Provinsi serta Pemerintah pusat, agar mendapat perhatian serius terkait hal ini, Hasil dari pantauan LSM kita program Pamsimas di Meranti banyak yang gagal, seperti beberapa desa di meranti Pamsimas nya tidak Berpungsi, kita Berharap kepada dinas segera turun memantau langsung tempat pelaksanaan Proyek Pamsimas tersebut jelas ketua LSM Fortaran sebagai lembaga forum pemantau anggaran APBD dan APBN ini.(Isaemiy)

Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil, SH Hadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Pada Wilayah Konsesi PT. RAPP di 5 Kabupaten Provinsi Riau


PEKANBARU - Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil, SH menghadiri acara expose rencana program Penanggulangan Kemiskinan pada wilayah konsesi PT. RAPP dihadapan Pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten terkait di gedung Daerah Balai Serindit jalan Diponegoro Pekanbaru (15/10/2021).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Riau Syamsuar dihadiri oleh Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil, SH, Wakil Bupati Kuantan Singingi H. Suhardiman Amby MM, Wakil Bupati Siak H. Husni Merza, BBA, MM, Asisten III Kabupaten Pelalawan dan Asisten I Kabupaten Kampar, dan Direktur Utama PT. RAPP Sihol Aritonang, Direktur PT. RAPP Mulia Nauli beserta rombongan dan Kepala Bappeda Provinsi/Kabupaten terkait.

Dalam sambutannya, Gubernur Riau mengatakan berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin Provinsi Riau per maret 2020  adalah 483,39 ribu jiwa dan 491,22 ribu jiwa per september 2020 dengan garis kemiskinan Rp.544.057,-. Persentase penduduk miskin di Provinsi Riau meliputi Kab. Kepulauan Meranti 25,28%, Kabupaten Pelalawan 9,16%, Kabupaten Kuantan Singingi 8,91%, Kabupaten Kampar 7,38%, dan Kabupaten Siak 5,09%.

12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau, masih terdapat 5 Kabupaten yang memiliki tingkat kemiskinan di atas rata-rata Provinsi. dari 5 Kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi, 4 diantaranya adalah merupakan wilayah konsesi PT. RAPP (Kep. Meranti, Pelalawan, Kuansing dan Kampar). Hal ini berkaitan dengan ketimpangan yang ada di daerah perkotaan dan pedesaan.

Upaya efektifitas dan efesiansi penanggulangan kemiskinan maka perlu ditentukan lokus prioritas dapat diterapkan pada indikator kemiskinan multi dimensi lainnya seperti kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, ketahanan pangan, infrastruktur dasar, dan kedalaman serta keparahan kemiskinan. Ungkapnya".

Sementara itu, Direktur Utama PT. RAPP Sihol Aritonang memaparkan April Group 2030/ PT. RAPP sejalan dengan program strategis, sejalan dengan prioritas dan arah kebijakan pemerintah Provinsi Riau sesuai 4 pilar sebagai berikut : 

1. Lanskap yg berkembang (Peningkatan produktifitas dan mendorong konservasi)
2. Kemajuan inklusif (Berkembang bersama masyarakat)
3. Pertumbuhan berkelanjutan (produksi secara efisien dan ramah lingkungan) 
4. Iklim positif (pengurangan emisi karbon)

Indikator pencapaian target kemajuan inklusif  APRIL 2030 program strategis adalah

1. Menghapus kemiskinan ekstrim ( diradius 50 km dari pusat operasional APRIL )
2. Meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah 
3. Mengurangi stunting hingga setengahnya di Riau
4. Ketersedian layanan kesehatan dasar di desa-desa
5. Memastikan pastisipasi efektif & kesempatan yang sama bagi perempuan.

Inilah target kami mendukung dan menseleraskan  program pembangunan Provinsi dan Kabupaten,ucapnya".
 
Dari hasil pemaparan dari Direktur Utama PT. RAPP Sihol Aritonang, Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil, SH menjelaskan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti punya prinsip sendiri, PT. RAPP ingin membantu harus menyesuaikan Pemerintah Kabupaten sesuai dengan visi dan misi menuju meranti maju, cerdas dan bermartabat. Urusan pendidikan dari paud, SD, SMP dan kuliah, ada program Beasiswa 5000 (S1), 500 (S2) dan 200 (S3) dan biaya gratis bagi Dokter Spesialis bagi anak tempatan. Urusan Kesehatan, 1 Agustus 2021 saya sudah menerapkan program berobat gratis bagi masyarakat kepulauan meranti.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sudah menyampaikan kepada pihak PT. RAPP waktu rapat terdahulu di selatpanjang, permintaan kami jelas agar mendirikan Kantor di Kabupaten Kepulauan Meranti karena Bapak dari PT. RAPP dan PT. SRL mempunyai wilayah operasional tanaman Hutan industri 60.000 Ha, 41.000 Ha di pulau padang dan 19.000 ha di pulau Rangsang. Saya minta keadilan dari sana, PT. RAPP khusus membantu urusan UMKM saja dengan ketersedian 5000 ekor sapi untuk peternak sapi, dan menciptakan usahawan lainnya, peternak ayam pedaging, ayam petelor, peternak kambing ,membantu petani dan nelayan bagi masyarakat Kepulauan meranti. target kami kedepan pemerintah daerah sudah swasembada daging sapi.

Menurut Bupati, data dari Bappeda, PT. RAPP melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) membantu Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2016 Rp 1.238 M, tahun 2017 Rp 633 Juta, tahun 2018 Rp 1.250 M, tahun 2019 Rp 1.165 M, tahun 2020 Rp 817 Juta dan Tahun 2021 masih nol, sedangkan ini sudah bulan ke 10 tinggal waktu 2 bulan lagi program CSR tiap tahun berjalan. Sebenarnya program CSR siapa yang menjalani pemerintah atau RAPP! Kami menuntut CSR nya saja, keuntungan produksi hutan tanaman industri tolong sebagian keuntungan dibagikan ke kami (Pemerintah) dan jika dari APRIL ingin menyumbangkan yang lain silahkan, sama-sama untuk membangun Kabupaten Kepulauan Meranti yang maju, cerdas dan bermartabat.

Menanggapi hal ini, Sihol aritonang menjelaskan, kami telah mencatat masukan Pak Bupati, Wakil Bupati , memang tepat sekali RAPP melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR). Syarat utamanya harus singkron dan selaras dengan program prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten. Program yang telah kami paparkan tadi kami akan memfollow up / tindak lanjuti dengan dialog -dialog dari  tim RAPP dengan unit kerja  pemerintah kabupaten. Menambahkan dari pak Sihol, Mulia Nauli menyampaikan terimakasih atas saran dan masukannya karena sampai saat ini belum mengupdate ke Pemerintah Kepulauan Meranti dan kami akan menindaklanjuti sesuai dengan program pemerintah kabupaten untuk disinergikan agar kedepannya tidak tumpang tindih dan program Pak Bupati Kepulauan Meranti kami akan dukung serta tim kami kedepannya berkoordinasi dengan OPD di Kepulauan Meranti,harapnya".

Kegiatan rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dengan PT. RAPP berlangsung hangat ditutup dengan bersalaman dan diskusi.

Jumat, 15 Oktober 2021

Kunker ke Siak, Kapolda Riau Lakukan Peninjauan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia dan Pelajar


SIAK - Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi SH.SIK.MS.i beserta rombongan melakukan kunjungan ke kabupaten Siak pada Jumat(15/10/2021).

Kapolda Riau didampingi Irwasda Kombes Pol Hermansyah, Karo SDM Kombes Pol Joko Setiono dan Kabid Dokkes Kombes Pol dr Priyo Kuncoro tiba di Siak menggunakan Helikopter dan mendarat didepan kantor DPRD Siak disambut langsung oleh Bupati Siak Drs H.Alfedri M.Si, Kapolres AKBP Gunar Rahadiyanto SIK.MH, Sekdakab Arfan Usman M.Pd dan tokoh masyarakat.

Kunjungan Kapolda Riau ke kabupaten Siak dalam rangka melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi Covid -19 khususnya bagi lansia dan pelajar, sekaligus menyerahkan bantuan dana dari donatur untuk Pembangunan Pondok pesantren Hamalatul Quran.


Selain itu, Kapolda Riau juga menyerahkan sebanyak 500 dosis Vaksin covid-19 yang diterima oleh Bupati Siak yang dipergunakan pada kegiatan pelaksanaan vaksinasi massal di lapangan Maharatu bagi lansia dan anak sekolah.

Irjen Agung menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke Siak dalam rangka kunjungan kerjanya melihat langsung kegiatan vaksinasi di kabupaten Siak.

“Terima kasih saya sampaikan kepada Bapak Bupati Siak atas sambutan yang telah diberikan kepada saya dan rombongan. Pada kunjungan ini, saya dan rombongan hendak menyerahkan bantuan dari penggalangan dana pembangunan Ponpes Hamalatul Quran dan sekaligus memantau pelaksanaan program vaksinasi cov -19 terhadap lansia dan anak sekolah,” urainya.


Penggalangan dana yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Siak kepada pimpinan pondok pesantren Hamalatul Wuran berupa uang tunai Rp.170.370.000,- bantuan 2 ruang kelas belajar dari Bank Riau Kepri serta 200 sak semen dari para donatur.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut mengucapkan Selamat pada ulang tahun kabupaten Siak ke 22 yang jatuh pada beberapa hari lalu.

Setelah melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi di lapangan Maharatu Siak, Kapolda Riau dan rombongan melanjutkan kegiatan ziarah ke Makam Pahlawan Sultan Syarif Qasim II.

AMT Lakukan Penimbunan Kedua Kalinya di TPU Umat Kristen Damai


MERANTI - Pengurus dan anggota Aliansi Melayu Tionghoa (AMT) serta beberapa lembaga lain selama 14 hari lakukan penimbunan untuk kedua kalinya di Taman Pemakaman Umum Umat Kristen Damai, Jl. Tengku Mas'ud, Selatpanjang, Jum'at (15/10/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut pengurus serta anggota AMT dan juga beberapa Aliansi serta Lembaga.

Saat dikonfirmasi awak media,  ketua Aliansi Melayu Tionghoa (AMT), Hermanto atau lebih dikenal dengan pangilan Akiong, mengatakan bahwa kegiatan tersebut telah berlangsung hampir setengah bulan.

"Kegiatan ini sudah berjalan hampir setengah bulan, dan kita juga sangat berterima kasih kepada anggota AMT, pihak Kepolisian, Aliansi lain dan juga Lembaga yang telah ikut serta dalam kegiatan ini". Ungkap Hermanto.

Hermanto juga mengatakan untuk tujuan dari kegiatan penimbunan ini ialah sebagai bentuk antisipasi karena TPU tersebut terletak diwilayah tak jauh dari laut yang dimana jika air pasang laut, tanah di TPU tersebut akan ikut tergerus oleh air pasang yang meluap.

Ketua LSM PKPP DPD Kabupaten Kepulauan Meranti, Jamaludin

Hermanto juga berharap untuk kedepannya agar bersama-sama tetap menjalankan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian sesama dalam segi apapun.

"Harapan kita, agar kedepannya kita bersama-sama tetap menjalankan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian sesama dalam segi apapun". Tambahnya.

Dari kegiatan yang dilakukan AMT beserta beberapa lembaga yang turut ikut, banyak kalangan masyarakat yang mengapresiasi kegiatan tersebut, salah satunya dari Ketua LSM PKPP DPD Kepulauan Meranti, Jamaludin.

Jamaludin menilai, kegiatan tersebut patut di Apresiasi karena bisa menjadikan contoh yang baik untuk kalangan pemerintah maupun masyarakat biasa.

Jamaludin juga mengatakan merasa bangga dengan adanya AMT yang dimana telah banyak membantu masyarakat-masyarakat yang sangat membutuhkan kepedulian.

"Saya merasa bangga dengan AMT, walaupun AMT belum lama hadir di Kepulauan Meranti ini, tetapi telah banyak membantu masyarakat yang membutuhkan kepedulian tanpa pandang bulu, semoga dengan adanya AMT menjadikan contoh yang baik untuk kita semua kedepannya". Ujar Jamaludin.(Red).

Kamis, 14 Oktober 2021

Wakil Bupati AKBP (Purn) H. Asmar Buka Secara Resmi Diseminasi LHKPN, Gratifikasi dan WBS Lingkungan Kabupaten Kepulauan Meranti


MERANTI - Wakil Bupati AKBP (Purn) H. Asmar Buka Secara Resmi Diseminasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Harta (LHKPN), Gratifikasi & Whistle Blowing System (WBS) dilingkungan Pemerintah Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2021 yang ditaja oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti yang bertempat di Aula Gedung Afifa Selatpanjang. Kamis (14/10/21)

Hadir dalam acara tersebut Setwan/mewakili, Inspektur Daerah, Seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Para Camat, dan para undangan. 

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau di singkat dengan LHKPN merupakan laporan yang wajib disampaikan oleh penyelenggara negara mengenai harta kekayaan yang dimilikinya saat pertama kali menjabat, mutasi, promosi, dan pensiun. 

Tujuan dari pembuatan LHKPN adalah sebagai bagian dari wewenang yang dimiliki KPK yaitu melaksanakan langkah atau upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi antara lain dengan melakukan pendaftaran dan pemeriksaan terhadap LHKPN. 

Berdasarkan Pasal 1 butir 1 UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, Penyelenggara Negara merupakan pejabat negara yang menjalankan fungsi eksekutif, legislatif, atau yudikatif, dan pejabat lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

LHKPN juga telah diatur dalam Peraturan Bupati Kepulauan Meranti Nomor 11 Tahun 2019 tentang Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, dimana dalam Pasal 2 menjelaskan pejabat yang wajib lapor LHKPN terdiri atas :

1. Pejabat Eselon II atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
2. Eselon III atau Jabatan Administrator
3. Bendahara Penerimaan dan Pengeluaran
4. Jabatan Fungsional tertentu Pengawasan (Auditor, Auditor Kepegawaian, Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah) di Inspektorat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Adapun sanksi bagi pejabat wajib LHKPN yang tidak melapor berupa penundaan Kenaikan pangkat. 


Dalam sambutannya Wabup menyampaikan melalui kegiatan ini diharapkan kepada saudara-saudara para pejabat wajib lapor LHKPN untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan memanfaatkan waktu yang berharga ini untuk bertanya dengan sedetail-detailnya, sehingga semua yang menjadi masalah, terutama dalam pengisian dan pelaporan LHKPN dapat diatasi, dan wajib melaporkannya pada awal tahun 2022 nanti. 

"Melalui kegiatan Diseminasi ini diharapkan para peserta atau pejabat Eselon maupun ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki kepatuhan pada aturan yang berlaku dan kesadaran moral sebagai ASN. Kepada APIP dalam hal ini Inspektorat Daerah agar dapat menjalankan dan melaksanakan tugas sesuai fungsinya sebagai Aparat Pengawas intern Pemerintah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Baik itu pelaksanaan urusan pemerintahan maupun pengelolaan keuangan daerah." 

"Sekali lagi harapan kami kepada peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan segera melakukan pelaporan, baik itu LHKPN, tidak melakukan gratifikasi serta berperan aktif dalam pelaksanaan WBS sebagaimana mestinya. Mudah-mudahan memberikan manfaat kepada kita semua dalam upaya pencegahan KKN dan sekaligus upaya untuk mensejahterakan Masyarakat Indonesia umumnya dan khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti, pungkas Wabup.

Pasang Iklan Anda Disini

Kesehatan

Android

Teknologi