TARGET RIAU

Kepulauan Meranti

Nasional

Showbiz

Pasang iklan anda disini

Foto

Video

Selasa, 22 September 2026

Kapolres Meranti Bawa Program Green Policing Kapolda Riau ke Sekolah, Pelajar Diajak Jaga Alam


MERANTI - Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., mengajak para pelajar menjadi pelopor penghijauan sekaligus mengingatkan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat merusak lingkungan serta berujung pada persoalan hukum.

Pesan tersebut disampaikan saat Kapolres menyambangi Sekolah Patria Dharma Selatpanjang melalui program Green Policing Goes To School, Senin (25/8/2026).

Di hadapan para siswa, Gede menekankan pentingnya mengubah kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar atau yang dikenal masyarakat setempat dengan istilah memerun.

Menurutnya, Green Policing yang digagas Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan merupakan upaya kepolisian untuk mencegah kerusakan lingkungan, termasuk karhutla dan abrasi.

"Kami ingin adik-adik memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Jangan membakar hutan dan lahan. Kita harus menjaga alam karena ketika kita menjaga alam, alam juga akan menjaga kita," ujar Gede.

Kapolres juga mengajak para siswa melakukan langkah sederhana untuk melestarikan lingkungan, salah satunya dengan menanam pohon dan menjaga kelestarian ekosistem.

Dia berharap para pelajar tidak hanya memahami pentingnya penghijauan, tetapi juga mampu mengajak keluarga dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

"Adik-adik harus menjadi pelopor penghijauan. Mulailah dengan menanam pohon dan menjaga lingkungan sekitar agar ekosistem tetap terpelihara," pesannya.


Selain memberikan edukasi tentang lingkungan, Gede mengingatkan bahwa tindakan membakar hutan dan lahan dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan perundang-undangan.

Untuk memudahkan pemahaman siswa, Kapolres turut menayangkan video animasi edukatif tentang Green Policing. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab seputar pencegahan karhutla dan upaya menjaga kelestarian alam.

Sejumlah siswa yang aktif dan berhasil menjawab pertanyaan mendapat bingkisan langsung dari Kapolres.

Sementara itu, Ketua Yayasan Patria Dharma Jumaidi, S.Kom., M.Si., menyambut baik kehadiran jajaran Polres Kepulauan Meranti dalam memberikan edukasi lingkungan kepada para pelajar.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Kapolres beserta rombongan yang telah hadir di sekolah kami untuk memberikan pemahaman tentang Green Policing kepada para siswa," kata Jumaidi.

Melalui program tersebut, Polres Kepulauan Meranti berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat ditanamkan sejak usia sekolah, sehingga para pelajar mampu menjadi agen perubahan dalam mencegah karhutla dan kerusakan alam di lingkungan masing-masing. (Humas Polres Meranti)

Sorot Isu Perpindahan Masif ASN Kepulauan Meranti Ke Kementrian Haji, Komisi I DPRD Gelar RDP Bersama BKPSDM


Dinamika perpindahan tugas puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti ke Kementerian Haji dan Umrah menjadi sorotan tajam Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti.

Menanggapi hal tersebut, Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diadakan di Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti. Senin (22/09).

Sejumlah anggota legislatif melontarkan rentetan pertanyaan  terkait fenomena migrasi massal Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). 

Mereka mencemaskan kelumpuhan birokrasi daerah hingga transparansi dana kompensasi perpindahan pegawai.

Wakil Ketua Komisi I DPRD, Tengku Zulkenedi, menyoroti derasnya sorotan publik serta pemberitaan media massa terkait perpindahan pegawai ini.

Ia mendesak BKPSDM untuk mengambil langkah taktis dalam menahan laju mutasi agar tidak memicu kekosongan jabatan  yang dapat  melumpuhkan  kinerja perangkat daerah

Secara bergantian, anggota Komisi I yakni Dyan Desmanengsih, Teuku Mohd Nasir, Eka Yusnita, dan Jonny, mempertanyakan kepada BKPSDM mengenai dampak langsung pada pelayanan publik. 

Mereka mempertanyakan komitmen BKPSDM dalam menjaga stabilitas formasi internal.

"Apakah BKPSDM sudah melakukan pemetaan yang ketat terhadap peta jabatan yang ditinggalkan? Bagaimana pemda memastikan prinsip merit system tetap berjalan adil untuk mengisi kekosongan nanti?" Tanya mereka.

Mengapa perpindahan pegawai terkesan longgar, hingga berpotensi terkonsentrasi pada sektor pelayanan dasar yang saat ini justru sedang mengalami defisit tenaga pegawai di Meranti?" tambah mereka 

Noli Sugiharto yang menyoroti efektivitas aturan yang ada dalam membentengi birokrasi daerah. 

"Bagaimana langkah konkret Pemkab Meranti mengatasi dilema ini? Di satu sisi menjaga hak karier ASN, tapi di sisi lain bagaimana mencegah kemunduran kinerja birokrasi daerah akibat eksodus masif ini?" tanya Noli.

H.Idris mempertanyakan terkait regulasi, mekanisme, dan dasar aturan hukum yang melandasi pengenaan biaya kontribusi finansial sebesar Rp100.000.000 bagi ASN yang ingin pindah

"Mengapa kebijakan ini secara spesifik menyasar wilayah penugasan tertentu seperti Rangsang Pesisir, dan bagaimana jaminan transparansinya agar bebas dari pungli?" tuntut H. Idris.

Merespons rentetan pertanyaan tersebut, Kepala BKPSDM Bakarudin langsung memberikan klarifikasi. Kebijakan penarikan dana Rp100 juta tersebut diklaim berlandaskan ketentuan resmi yang berlaku sejak tahun 2014 dan diperbarui pada 2024.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kepala BKPSDM Kabupaten Kepulauan Meranti, Bakharuddin, M.Pd, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki ruang untuk mengintervensi atau mengubah prosedur yang sedang berjalan.

 "seluruh mekanisme perpindahan telah dikunci rapat sesuai dengan regulasi dan tahapan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat." Ungkapnya 

" Proses terhadap ASN yang telah mengikuti tahapan seleksi kini sepenuhnya mengikuti proses administrasi dan verifikasi di tingkat pusat, sesuai kewenangan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Haji dan Umrah," ujar Bakarudin.

Meski proses birokrasi di pusat terus melaju, BKPSDM berjanji akan terus mengawasi dampak dari perpindahan massal ini.

 Fokus utama daerah saat ini adalah menghitung analisis kebutuhan pegawai dan mengantisipasi terjadinya kekosongan jabatan agar roda pelayanan masyarakat tidak pincang.Tutupnya

Dalam hal ini Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti bertindak cepat dengan mengeluarkan tiga rekomendasi pengawasan yang tegas demi melindungi kepentingan masyarakat 

Pertama, DPRD menuntut validasi data komprehensif. BKPSDM diminta segera menyerahkan rincian status 26 ASN yang sempat mengurus berkas, asal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mereka, hingga status final 17 ASN yang kini tengah bertarung dalam seleksi di BKN.

Kedua, legislatif meminta BKPSDM memperketat Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Langkah ini dinilai krusial sebagai langkah mitigasi krisis jabatan pada posisi-posisi strategis yang ditinggalkan.

Dan yang terakhir, menanggapi wacana pembatasan mutasi keluar, dan hal ini DPRD mengingatkan pemerintah daerah agar kebijakan moratorium perpindahan ASN wajib memiliki payung hukum yang jelas dan tidak boleh bertabrakan dengan aturan nasional yang diterbitkan BKN.

Komisi I DPRD dengan tegas mengingatkan bahwa di tengah dinamika perpindahan karier para abdi negara ini, hak masyarakat Kepulauan Meranti untuk mendapatkan pelayanan publik yang prima harus tetap menjadi prioritas nomor satu.

Bupati Asmar Sambut Empat Wakil Riau Asal Meranti Usai Berlaga di MTQ Nasional


MERANTI – Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menyambut kedatangan empat putra-putri terbaik daerah yang menjadi utusan Provinsi Riau pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.

Penyambutan berlangsung di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Senin (21/9/2026). Bupati Asmar hadir bersama Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Asisten I, Staf Ahli Bupati, Sekretaris Satpol PP, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Kepala Bagian Kesra serta Kepala Bagian Prokopim.

Empat peserta tersebut merupakan putra-putri asal Kepulauan Meranti yang dipercaya memperkuat kafilah Provinsi Riau dalam ajang MTQ Nasional XXXI yang digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Mereka yakni M. Habibulhaq Al Hanif yang tampil pada cabang hafalan 30 juz dan tafsir Al-Qur'an bahasa Arab, Rizki Arya Dinata pada cabang tilawah anak-anak putra, Bunga Indah Mustika pada cabang tilawah remaja putri, serta Nur Syahfatin pada cabang tilawah anak-anak putri.

Dalam ajang tersebut, M. Habibulhaq Al Hanif berhasil meraih Juara Harapan III pada cabang 30 juz dan tafsir bahasa Arab. Prestasi tersebut menambah catatan panjang kiprahnya di tingkat nasional maupun internasional.

Sebelumnya, Habibulhaq juga menjadi utusan Indonesia pada MHQ Internasional Al Malik Abdul Aziz Addauliyah di Mekkah, Arab Saudi, tahun 2026, dan berhasil menempati peringkat keenam. Prestasi itu menjadi salah satu capaian yang membanggakan bagi Kepulauan Meranti.

Sementara itu, Rizki Arya Dinata berhasil meraih Juara III pada cabang tilawah anak-anak putra. Dua peserta lainnya, Bunga Indah Mustika dan Nur Syahfatin, turut membawa nama Meranti dengan tampil pada cabang tilawah remaja putri dan tilawah anak-anak putri.

Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh peserta yang telah berjuang membawa nama Provinsi Riau sekaligus mengharumkan daerah asal mereka.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada anak-anak kita yang telah berjuang dengan sungguh-sungguh. Kalian tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama keluarga, daerah dan Provinsi Riau," ujar Asmar.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Kepulauan Meranti memiliki potensi besar dalam bidang Al-Qur'an apabila mendapatkan pembinaan dan dukungan yang berkelanjutan.

Asmar juga berpesan agar prestasi yang telah diraih tidak berhenti pada satu ajang perlombaan. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong pembinaan generasi muda agar semakin banyak qari, qariah dan hafiz-hafizah asal Meranti yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional.

"Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan anak-anak kita di bidang Al-Qur'an," katanya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sebelumnya juga memberikan dukungan kepada keempat peserta tersebut sebelum berangkat ke MTQ Nasional XXXI 2026. 

Dengan capaian tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti berharap pembinaan terhadap generasi Qurani dapat terus diperkuat sehingga melahirkan lebih banyak talenta yang mampu mengukir prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Senin, 21 September 2026

LAMR Meranti Adakan Majelis Tepung Tawar Tamu Kehormatan Laksma TNI dr Imam Hidayat Sp. S


Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar upacara adat Majelis Tepung Tawar Tamu Kehormatan sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan sakral atas kedatangan tamu kehormatan. Prosesi adat yang sarat akan makna dan doa ini berlangsung dengan penuh khidmat di Gedung LAMR jalan Dorak, Senin 21/9/2026.


Turut hadir Ketua LAMR Meranti Datok Seri Afrizal Cik, S. Sos, M. Si, Bupati Meranti di wakili Asisten III Atan Ibrahim, M. Pd, Datok Timbalan adat LAMR Meranti Drs. Idham Syuib,Rombongan Mabes TNI DanRamil 02 Tebingtinggi Kapten A RH Efri Hardin Nasution beserta jajaran beserta Datok-datok dan puan-puan LAMR Meranti. 


Sambutan Datok Seri Afrizal Cik,Terima kasih kami ucapkan kepada Laksma TNI dr Imam Hidayat, Sp. S, apresiasi kepada laksma karna telah berjibaki memadamkan api khususnya d meranti umumnya di Riau, kebakaran bisa membawa berbagai penyakit, Dan ini lah yang kita apresiasi kepada laksma dan tim, suatu kehormatan dan kami butuh edukasi-edukasinya. 

Terakhir mohon maaf jika pelayanan kami kurang pada tempatnya karna kurun waktu yang singkat ini kami berupaya yang sebaik-baiknya ibarat kata pepatah Melayu ' Tak ade Rotan akar pun jadi " Ucap Datok Seri Afrizal Cik. 

Mewakili Bupati Meranti Asisten 3 Atan Ibrahim, M. Pd, Bupati menitipkan salam kepada kita beliau belum bisa hadir di tengah-tengah kita karna beliau menyambut kepulangan peserta MTQ Provinsi, 

Khususnya penanganan karhutla di Meranti pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti mengucapkan ribuan Terima kasih kepada  Laksma TNI dr Imam Hidayat, Sp. S

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Pemerintah Pusat kepada daerah kami.

Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah dan menangani Karhutla secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan.
Sebagaimana semangat Melayu:
“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.”


Mari kita bersama-sama menjaga bumi Melayu ini agar tetap aman, nyaman, dan lestari untuk generasi yang akan datang.

Sebagai pantun penutup 
Pergi ke hutan mencari rotan,
Rotan dibawa ke tanah seberang.
Mari bersama kita tingkatkan penanganan,
Agar Meranti aman, masyarakat pun tenang, akhir Atan Ibrahim. 

Dalam sambutannya Laksma TNI dr Imam Hidayat, Sp. S kami ngucapkan Terima kasih kepada LAMR Meranti atas smabutannya kepada Tim kami di kabupaten Kepulauan Meranti ini sungguh luar biasa terutama ucapan yang tiada kiranya kepada Datok Seri Afrizal Cik, S. Sos. M. Si ini suatu kehormatan pada kami khususnya saya Tim  penanganan Karhutla yang langsung menerima mandat dari panglima TNI

Atas nama bapak Panglima TNI kami ngucapkan Terima kasih atas smabutannya dan layanan kami bertugas selama 1 bulan lebih walaupun medan tugas di mwranti ini sangat berat namun kami ambil sebagian pengalaman dalam upaya untuk melancarkan tugas mulia tahapan dan penangulangan dan alhamdulillah Meranti sangat baik dan ini bukan hanya kerja kami tapi kita semua, penagulangan, pemadaman sehingga Meranti tidak ada lagi titik apinya, ucap imam. 

Selanjutnya imam mengapresiasi karhutla d Meranti merupakan keberhasilan kita bersama dan Terima kasih juga kepada Ketua Adat Melayu Datok Seri Afrizal Cik dan jajaran kmai akui ini merupakan dasar kejayaan di daerah ini, saya merasakan walaupun saya baru 1 bulan lebih d kabupatem Kepulauan Meranti ini, luar biasanya pelayanannya ramah tamah sopan santun dan tata keramanya dna saya mengucapkan 

Perosesi tepung tawar ini bukan sebagai adat tapi doa buat kmai bertugas ke depan nya, doa dan keberkahan ini di mana kmai bertugas, insya Allah amanah ini kami jaga di mana kami bertugas, bersinergi mengayomi dan mengamankan dan kami pun mohon doa restunya karna kami mohon pamit kembali ke markas besar TNI untuk menunggu penugasan lebih lanjut. 
Ijin kan saya menutup dengan pantun, 
Air tepung tawar harum bau nya 
Daun setawar penyejuk jiwa
Doa dan restu dari tertua adat Melayu dan masyarakatnya 
Yang kami cintai sudah kami semat di dada. **

Komunitas Pelari Kampong Sukses Gelar POCARI SWEAT Run Indonesia 2026 di Selatpanjang


SELATPANJANG — Suasana Minggu (20/9/2026) pagi di Selatpanjang berlangsung semarak. Ratusan pelari dari berbagai kalangan memadati pelataran Tetra Coffee, Grand Meranti Hotel, untuk mengikuti Mini Offline POCARI SWEAT Run Indonesia 2026 Selatpanjang Series.

Perhelatan yang digelar Komunitas Pelari Kampong tersebut merupakan bagian dari rangkaian Mini Offline Pocari Sweat Run Indonesia 2026 yang berlangsung serentak di sekitar 132 kota di Indonesia pada hari yang sama.

Mengusung konsep fun run, kegiatan ini terbuka bagi anggota komunitas, pelari dari komunitas lain, maupun masyarakat umum. Ketua Komunitas Pelari Kampong, Candra, mengatakan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan diperkirakan mencapai sekitar 150 pelari, termasuk peserta yang hadir tanpa melakukan registrasi sebelumnya.

“Kalau dihitung teman-teman yang ikut dengan dan tanpa registrasi, diperkirakan sekitar 150 pelari yang ikut berlari pagi ini. Sebagian lainnya juga ikut menyemarakkan kegiatan secara berkelompok di luar barisan utama,” ujarnya.

Peserta dapat memilih tiga kategori jarak, yakni 3 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer. Kegiatan ini tidak menerapkan sistem podium maupun pengalungan medali karena dikemas sebagai ajang lari bersama yang mengutamakan kebugaran, pengalaman, dan kebersamaan.

Candra mengatakan keterlibatan berbagai kalangan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Komunitas Pelari Kampong untuk memperkenalkan olahraga lari kepada masyarakat secara lebih luas.


“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus mendorong masyarakat untuk gemar berolahraga. Lari bukan hanya soal mengejar waktu, tetapi juga menjaga kesehatan dan membangun silaturahmi,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Selatpanjang turut menjadi bagian dari ajang Pocari Sweat Run Indonesia 2026. Bagi Komunitas Pelari Kampong, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpelari dan mendorong semakin berkembangnya olahraga lari di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, didampingi Kasat Reskrim IPTU M. Iqbalul Fikri beserta jajaran kepolisian setempat.

Para peserta kemudian menyelesaikan rute masing-masing dengan penuh semangat. Kegiatan berlangsung dalam suasana meriah dan hangat, sekaligus memperlihatkan antusiasme masyarakat Selatpanjang terhadap olahraga lari.

Sabtu, 19 September 2026

26 Masjid Jadi Sasaran Jumat Keliling, Polres Meranti Perkuat Pesan Kamtibmas


MERANTI - Jajaran Polres Kepulauan Meranti bersama empat polsek menggelar Jumat Keliling secara serentak di 26 masjid, Jumat (18/9/2026). Kegiatan yang melibatkan 1.525 jemaah tersebut diisi dengan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta imbauan menjaga kerukunan menjelang Pilkades serentak Oktober 2026.

Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., di Masjid Al Istiqomah, Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Di hadapan 120 jemaah, Kapolres mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla dan menjaga keamanan lingkungan.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak memerun atau membakar sampah, serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran," ujar Gede Adi.

Selain jajaran Polres, kegiatan serupa digelar di sejumlah masjid oleh polsek jajaran. Polsek Rangsang Barat melaksanakan Jumat Keliling di lima masjid dengan jumlah 510 jemaah. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Rangsang Barat IPDA Sukardi, S.I.P.


Selanjutnya, Polsek Merbau menggelar kegiatan di delapan masjid dengan total 350 jemaah. Polsek Tebing Tinggi Barat menyambangi enam masjid dengan jumlah 290 jemaah. Kegiatan di wilayah tersebut dipimpin Kapolsek Tebing Tinggi Barat IPDA Dominikus Turnip, S.E.

Sementara itu, Polsek Rangsang melaksanakan Jumat Keliling di enam masjid dengan jumlah 255 jemaah. Kegiatan dipimpin Kapolsek Rangsang AKP Aguslan, S.H.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pilihan dalam Pilkades sebagai pemicu konflik.

"Mari kita laksanakan Pilkades serentak dengan damai, jujur, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan. Hindari penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, provokasi, serta tindakan yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat," pesannya.

Di Masjid Al Istiqomah Desa Insit, kegiatan turut diisi dengan pembagian ratusan paket makanan dan minuman melalui program Jumat Berkah, penyerahan sarana kontak dan tali asih kepada pengurus masjid, serta makan bersama warga. (Humas Polres Meranti).

Jumat, 18 September 2026

Pemkab Meranti Dorong Pengelolaan Lahan Hutan dan Penguatan Pertahanan Pulau Rangsang


MERANTI — Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar menerima kunjungan Tim Markas Besar (Mabes) TNI di ruang kerjanya, Kamis (17/9/2026). Pertemuan membahas pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengelolaan kawasan hutan, serta penguatan keamanan di wilayah perbatasan, khususnya Pulau Rangsang.

Asmar mengatakan kondisi geografis Meranti sebagai daerah kepulauan menyulitkan mobilisasi personel dan peralatan saat terjadi karhutla karena sebagian wilayah hanya dapat dijangkau melalui jalur laut.

"Untuk penanganan segala macam kejadian kebakaran itu agak lamban kita dari kabupaten karena kita menggunakan angkutan laut," kata Asmar.

Ia menegaskan, pemerintah daerah kini memprioritaskan pencegahan, bukan hanya pemadaman. Menurutnya, sebagian lahan yang berstatus kawasan hutan belum dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal sehingga berpotensi terbengkalai dan rawan terbakar saat musim kering.

"Kalau masyarakat diberikan ruang untuk mengelola secara legal, lahan tersebut bisa dimanfaatkan sekaligus diawasi. Misalnya ditanami kelapa, singkong atau tanaman produktif lainnya," ujarnya.

Asmar mencontohkan program peremajaan kelapa seluas sekitar 3.500 hektare. Namun, hanya 2.000 hektare yang dapat dikelola, sedangkan 1.500 hektare lainnya berada di kawasan hutan.

"Programnya 3.500 hektare, tetapi yang bisa dikelola hanya sekitar 2.000 hektare. Sekitar 1.500 hektare tidak bisa karena masuk kawasan hutan," katanya.

Selain karhutla, Pemkab Meranti mendorong penguatan keamanan di Pulau Rangsang yang berbatasan langsung dengan wilayah luar negeri dan menjadi jalur lalu lintas kapal. Pemerintah daerah merencanakan pembangunan pos terpadu yang melibatkan TNI, Polri dan instansi terkait.

"Rencananya di sana akan ada pos terpadu. Ada unsur Angkatan Darat, Angkatan Laut, kepolisian dan instansi terkait lainnya," jelas Asmar.


Sementara itu, Laksamana TNI Dr. Imam Hidayat, Sp.S., mengatakan Mabes TNI telah meninjau sejumlah pos di Merbau dan wilayah Meranti serta berinteraksi dengan pemerintah dan masyarakat.

"Kami dari Mabes TNI sangat berterima kasih atas sambutan dan kesiapan yang diberikan," ujar Imam.

Ia menekankan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga mencegah kebakaran. Karakteristik lahan gambut, kata dia, memungkinkan api bertahan di dalam tanah dan kembali muncul jika tidak ditangani secara menyeluruh.

Imam mendorong deteksi dini, kesiapsiagaan, edukasi masyarakat, serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Ia juga mengapresiasi latihan pemadaman yang dilakukan rutin oleh jajaran terkait.

"Alhamdulillah memang sesuai dengan yang kita harapkan. Saya lihat mereka setiap hari melakukan latihan-latihan pemadaman. Alhamdulillah memang sesuai SOP," katanya.

Mabes TNI juga melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab api kembali muncul di lahan gambut setelah kebakaran dinyatakan padam. Terkait pertahanan, Imam menyebut kebutuhan penguatan unsur darat, laut dan udara harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah.

Setelah bertugas selama 28 hari, Satgas Mabes TNI mengakhiri penugasan di Kepulauan Meranti. Asmar berharap sinergi yang terbangun terus mendukung pencegahan karhutla dan penguatan keamanan wilayah.

Kamis, 17 September 2026

Kapolres Meranti AKBP Gede Adi Pimpin Sertijab Lima Perwira, Dorong Penguatan Kinerja Kepolisian


MERANTI - Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, S.I.K., memimpin serah terima jabatan (sertijab) lima perwira di lingkungan Polres Kepulauan Meranti, Kamis (17/9/2026). Pergantian ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Upacara berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Kepulauan Meranti, Jalan Raya Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti Ny. Widya Gede Adi, Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., para pejabat utama, kapolsek jajaran, perwira, personel, serta pengurus Bhayangkari.

Lima perwira yang menjalani sertijab mendapat penugasan baru pada sejumlah posisi strategis. AKP Gunawan, S.H., yang sebelumnya menjabat Kapolsek Rangsang, kini dipercaya sebagai Ps. Kabag SDM Polres Kepulauan Meranti.

Jabatan Kapolsek Rangsang selanjutnya diemban AKP Aguslan, S.H., yang sebelumnya menjabat Kasat Binmas. Sementara itu, Iptu Abdul Roni, S.H., yang sebelumnya menjabat Kasat Polairud, ditugaskan sebagai Kasat Binmas.


Posisi Kasat Samapta dipercayakan kepada AKP Hendri Berson, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat Kasubbagdalops Bagops Polres Kepulauan Meranti. Adapun jabatan Kasat Polairud diisi AKP Ridwan, S.H., M.H., yang sebelumnya bertugas sebagai Ps. Kanit 1 Subdit 2 Ditreskrimum.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita mengatakan, rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel Polri.

"Pergantian jabatan ini diharapkan dapat memberikan penyegaran dalam organisasi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat," ujar Gede Adi.

Dia meminta para perwira yang menerima amanah baru segera beradaptasi dengan tugas masing-masing serta menjaga kepercayaan yang diberikan.

"Setiap pejabat harus mampu menjaga kepercayaan yang diberikan, memperkuat soliditas internal, dan memastikan tugas perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik," tegasnya. (Humas Polres Meranti)

Bupati Asmar Pimpin Apel Harhubnas 2026, Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi


MERANTI — Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn.) H. Asmar, memimpin Apel Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026 di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (17/9/2026).

Mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, peringatan Harhubnas tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen insan perhubungan dalam menghadirkan transportasi yang aman sekaligus mendukung konektivitas masyarakat.

Dalam apel tersebut, Bupati Asmar membacakan sambutan Menteri Perhubungan Republik Indonesia. Dalam sambutan itu disampaikan bahwa Harhubnas tidak hanya menjadi momentum untuk mensyukuri berbagai capaian pembangunan transportasi, tetapi juga menjadi refleksi atas sejumlah musibah transportasi yang terjadi belakangan ini.

Menteri Perhubungan menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban musibah transportasi dan keluarga yang ditinggalkan. Ia menegaskan, keselamatan harus menjadi bagian utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi.

“Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Insan perhubungan juga memiliki peran strategis dalam menjaga keselamatan dan mobilitas masyarakat, terutama ketika menghadapi kondisi darurat seperti kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi gunung berapi, gangguan penerbangan hingga kecelakaan pelayaran.

Dalam kondisi tersebut, jajaran perhubungan dituntut mampu menjaga keselamatan sekaligus memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tetap berjalan. Ketika operasional harus dihentikan karena faktor keselamatan, perlu disiapkan alternatif agar konektivitas masyarakat tidak terputus.

Perkuat Konektivitas Wilayah

Pembangunan konektivitas juga menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan transportasi ke depan. Konektivitas diharapkan mampu menghubungkan pusat-pusat produksi dengan kawasan permukiman sehingga biaya angkut dan logistik dapat ditekan serta pemerataan pembangunan semakin kuat.

Sejumlah langkah yang menjadi perhatian meliputi penguatan layanan angkutan perintis di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil), pengembangan angkutan massal perkotaan, integrasi antarmoda, serta pembenahan sistem logistik.

“Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat kita,” pesan Menteri Perhubungan.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh insan perhubungan juga diajak menjadikan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi. Momentum ini diharapkan menjadi penguat budaya keselamatan yang diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan sepanjang tahun.

Apel Harhubnas 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti turut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudit, Sekretaris Daerah,Sudandri, staf ahli bupati, Inspektur Daerah, Kepala Dinas Perhubungan, sejumlah kepala perangkat daerah, serta jajaran terkait lainnya.

Melalui peringatan Harhubnas 2026, Pemkab Kepulauan Meranti menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pelayanan transportasi yang aman, tertib, dan mampu memperkuat konektivitas masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung kemajuan daerah.

Rabu, 16 September 2026

OTT KPK Guncang Istana ATR/BPN: 20 Koper Uang Ratusan Miliar Disita, Pejabat Eselon I hingga Pengusaha Besar Diamankan


Jabotabek - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melancarkan pukulan telak terhadap praktik korupsi di sektor pertanahan. Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar pada Senin (14/9/2026), penyidik KPK mengamankan total 17 tersangka terkait dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor. Yang paling mencengangkan, aparat menemukan sekitar 20 koper berisi uang tunai rupiah dan valuta asing dengan estimasi nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Operasi ini bukan sekadar penangkapan biasa, melainkan bongkaran sistemik yang menyeret nama-nama besar dari birokrasi pusat hingga konglomerat properti. Di antara 17 orang yang diamankan, terdapat pejabat tinggi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), termasuk Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Lampri serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung. 

Tak hanya birokrat, dunia usaha juga terseret. Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi, turut diamankan. Keterlibatan pengusaha raksasa properti ini mengindikasikan bahwa aliran dana suap tersebut berkaitan erat dengan proyek-proyek strategis berskala masif. Nama politikus Fahd A Rafiq juga disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang diamankan, menambah kompleksitas jaring kepentingan dalam kasus ini.

Gunung Uang dan Tanda Tanya Besar

Temuan fisik berupa 20 koper penuh uang tunai menjadi sorotan utama publik. Uang-uang tersebut ditemukan di sebuah rumah yang diduga berkaitan dengan salah satu pihak yang diamankan. Besarnya nominal—yang disebut-sebut mencapai ratusan miliar rupiah—menimbulkan pertanyaan miring: Transaksi apa yang begitu mahal sehingga membutuhkan pembayaran tunai dalam volume sebesar itu? Apakah ini harga dari sebuah izin HGB? Ataukah bagian dari skema pencucian uang yang lebih luas?

KPK saat ini masih melakukan penghitungan resmi dan pendalaman asal-usul dana tersebut. Barang bukti ini akan menjadi kunci untuk merekonstruksi alur kejahatan, mulai dari siapa pemberi, siapa penerima, dan untuk kepentingan apa uang “gunungan” tersebut disiapkan.

Sorotan Mengarah ke Menteri Nusron Wahid

Meski secara hukum belum ada keterlibatan langsung, OTT ini otomatis menempatkan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, dalam posisi yang sulit. Sejumlah pejabat eselon I dan II di bawah komandonya terjaring dalam operasi ini. Publik pun bertanya-tanya: Seberapa kuat pengawasan internal yang dilakukan oleh sang Menteri? Apakah temuan uang ratusan miliar ini memiliki kaitan politik dengan posisinya?

Penting untuk dicatat, hingga tahap ini, KPK belum menyimpulkan bahwa uang tersebut adalah milik pribadi Menteri Nusron Wahid. Namun, fakta bahwa anak buahnya terlibat dalam transaksi suap bernilai fantastis tentu menjadi tamparan keras bagi kredibilitas kementerian yang seharusnya menjaga aset negara.

Menanti Konstruksi Kasus yang Utuh

Publik kini menunggu kejelasan dari KPK. Siapa sebenarnya otak di balik transaksi HGB Bogor ini? Bagaimana mekanisme “jual-beli” izin tersebut berlangsung? Dan yang paling penting, apakah uang ratusan miliar itu hanya puncak gunung es dari korupsi pertanahan yang lebih sistemik?

Dengan 17 tersangka dan barang bukti yang sangat memberatkan, kasus ini diperkirakan akan berkembang menjadi perkara besar yang tidak hanya menghukum individu, tetapi juga membongkar mafia perizinan di tubuh ATR/BPN. KPK dituntut untuk transparan dalam mengungkapkan konstruksi perkara agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tidak luntur oleh tudingan tebang pilih. (Tim/Red)

Pasang iklan anda disini

Android

Kesehatan

Teknologi