TARGETRIAU

Kepulauan Meranti

Nasional

Showbiz

Foto

Video

Selasa, 15 Juni 2021

Kades Mayang Sari Bungkam Ketika Ditanya Jumlah KK Warganya, Ketua DPD LSM PKPP Kabupaten Kepulauan Meranti Angkat Bicara


MERANTI - Ketua DPD LSM PKPP Kabupaten Kepulauan Meranti, Jamaludin, menduga adanya hal yang ditutupi oleh Kepala Desa Mayang Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Pasalnya, belum lama Jamaludin mendapatkan pengaduan dari masyarakat Desa Mayang Sari terkait adanya dugaan Kades Mayang Sari yang menjual data KK warganya.

Terkait hal itu, Jamaludin langsung menghubungi Ibrahim selaku Kepala Desa Mayang Sari melalui WhatsApp untuk konfirmasi lebih lanjut, namun ketika ditanya jumlah KK warga Desa mayang Sari, Ibrahim menjawab seolah-olah acuh tak acuh, bahkan melemparkan pertanyaan tersebut kepada yang lain.

"Saya kurang tau pasti, Ketua Tim 9 yang tau". Jawabnya dengan kesal.

Lalu, Jamaludin menghubungi Ketua Tim 9 yaitu T. Azmi untuk konfirmasi lebih lanjut terkait dugaan adanya penjualan data KK kepada pihak Perusahaan RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper), Namun jawabannya sangat mengecewakan.

"Yang jelas bantuan Tanaman Kehidupan dari PT. Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP) sudah dibagi semua, per KK mendapatkan Rp. 500.000. Itu sudah untung kami urus semenjak tahun 2015. kalau ada niat, bisa saja saya gunakan uang ini untuk poya-poya tanpa sepengetahuan masyarakat desa". Jawabnya dengan nada kesal.

Tambahnya lagi, T. Azmi menilai bahwa LSM dan juga Wartawan suka mengganggu, mencampuri urusan orang lain (Usil).

Dengan jawaban tersebut, Jamaludin merasa heran dengan sikap Kades dan juga Ketua Tim 9 Desa mayang Sari karena lain yang ditanyakan lain yang dijawab.

Sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat, Jamaludin selaku Ketua DPD LSM PKPP Kabupaten Kepulauan Meranti sangat menyayangkan bila hal ini terus terjadi, dan meminta kepada Aparat Penegak Hukum untuk menyelidiki kasus diduga adanya penyelewengan dana bagi hasil (TK) yang berasal dari PT. Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP).

"Mohon Kepada aparat Penegak Hukum untuk menyelidiki kasus yang diduga adanya penyelewengan dana bagi hasil (TK) yang berasal dari PT. Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP), karena ini adalah hak masyarakat bukan sebaliknya hanya untuk kepentingan pribadi oknum yang tidak bertanggung jawab". Pungkasnya.(Red)

DPR Sebut Kampung Tangguh Narkoba Ide Cerdas Kapolri Sebagai Pertahanan Peredaran Gelap Narkoba


JAKARTA - Kalangan DPR merespon positif pembentukan Kampung Tangguh Narkoba yang digagas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait maraknya peredaran narkoba di Indonesia. 

Anggota Komisi III DPR  Supriansa menilai, pembentukan Kampung Tangguh Narkoba merupakan ide cerdas Kapolri sebagai benteng pertahanan untuk menjaga masyarakat dari bahaya narkoba. 

“Kami dari Farksi Golkar sangat mengapresiasi ide cerdas Bapak Kapolri untuk membuat pertahanan yang kuat guna mencegah peredaran gelap narkoba di tengah-tengah masyarakat yang diberi nama Kampung Tangguh Narkoba,” kata Supriansa kepada wartawan, Selasa (15/6/2021). 

Menurutnya, narkoba memang sudah sangat merusak dan mengkawatirkan, karena  menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat terutama generasi penerus bangsa. Bahkan, pemerintah secara nyata telah menyatakan perang terhadap narkoba. “Itu artinya seluruh kekuatan bangsa harus kita keluarkan untuk melawan peredaran gelap narkoba,” ujarnya. 

Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi III DPR lainnya Santoso. Politikus Partai Demokrat ini setuju dengan pembentukan Kampung Tangguh Narkoba sebagai langkah nyata pihak kepolisian berperang melawan narkoba. 


“Sangat setuju, narkoba musuh bangsa, jangan hanya slogan saja tapi harus dibuktikan dengan aksi yang nyata salah satunya pembentukan Kampung Tangguh Narkoba di seluruh Indonesia,” ujar Santoso. 

Saat ini, kata dia, peredaran narkoba semakin mengkhawatirkan bahkan kronis. Hampir di semua daerah sudah dimasuki oleh narkoba. “Bukan hanya di kota besar saja, narkoba sudah masuk ke kampung-kampung. Karena itu pemberantasan harus masif dan sinergis antara penegak hukum dan masyarakat,” ungkapnya.

Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mengintruksikan kepada seluruh kapolda untuk membentuk Kampung Tangguh Narkoba diwilayah masing-masing. 

Kampung ini bisa dibentuk pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta stakeholder terkait. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dini peredaran narkoba di area tempat tinggal. Dengam begitu sistem pencegahan bisa dimaksimalkan.

“Terhadap peredaran yang ada segera bisa diinformasikan sehingga kemudian kita bisa tangkap, dengan harapan memiliki daya cegah dan daya tangkal,” kata Sigit usai mereles pengungkapan kasus sabu 1,1 ton di Polda Metro Jaya, Senin (14/6/2021).

Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Mendukung dan Mendorong Membangun Kerja Sama Antar BUMDes di Meranti dengan BUMNag Tanah Datar Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi di Desa


BATU SANGKAR - Komisi I melakukan kunjungan Kerja ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Tanah Datar dengan maksud melakukan studi banding dalam mendorong pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di daerah.

Kunjungan Kerja Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti kali ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD, H. Khalid Ali, SE dan Pauzi, SE., M.I.Kom (Fraksi Golkar) selaku Ketua Komisi I. Adapun keanggotaan Komisi I selain Ketua Komisi, terdiri dari Boby Haryadi (Fraksi PDIP) sebagai Wakil Ketua Komisi I dan Al Amin A, S.Pd, (Fraksi PKS-Nasdem) sebagai Sekretaris Komisi I,Sopandi, S.Sos (Fraksi PAN), Auzir (Fraksi PKB), Khosairi, S.Hi., M.Pd.i (Fraksi PKB), Dedi Putra, S.Hi (Fraksi PPP), Dr. M. Tartib, SH., M.Si (Fraksi Gerindra), dan Darsini, S.M (Fraksi Demokrat) sebagai Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti. Tidak hanya didampingi oleh staff Setwan, Kunjungan Kerja Komisi I kali ini turut serta juga didampingi oleh Sekretaris Dinas PMD Kab. Kepulauan Meranti, H. Edi M. Nur, SH., M.Si beserta jajarannya. Kehadiran Komisi I di Dinas PMDPPKB Kabupaten Tanah Datar disambut langsung oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMDPPKB Kabupaten Tanah Datar, Dra. Poppy Aziz beserta jajarannya baik dari Kasi, Staff ASN, beserta Pengelola Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) di Kabupaten Tanah Datar. Dalam Rapat Kunjungan Kerja yang berlangsung tersebut, Poppy Aziz selaku Kabid. Pemberdayaaan Masyarakat DPMDPPKB Kab. Tanah Datar memaparkan Berbagai Capaian dan Program Pengembangan BUMNag di Kabupaten Tanah Datar. Selanjutnya diikuti oleh sesi dialog dan Tanya jawab antar Komisi I, Dinas PMD Kab. Kepulauan Meranti dengan Pihak Dinas PMDPPKB Kabupaten Tanah Datar.


Dalam pertemuan tersebut, yang menarik dan menjadi perhatian oleh Komisi I ialah terkait BUMNag di Tanah Datar ada yang bergerak dibidang unit usaha Pertashop. Usaha Pertashop ini dipandang sangat menjanjikan sebagai usaha yang berpeluang dalam meningkatkan pendapatan asli Desa kedepan. Dengan menyediakan lahan serta modal sebesar 400 Juta beserta melengkapi persyaratan dan diajukan ke pihak Pertamina, maka sudah dapat mengelola 1 Unit Pertashop. Selain itu, berbagai unit usaha BUMNag di Tanah Datar seperti dibidang perternakan, perikanan, pertanian, bahan bangunan, pariwisata dan berbagai jenis unit usaha lainya.
Anggota Komisi I menanyakan berbagai hal terkait Pengelolaan BUMDes/BUMNag baik dari segi penyertaan modal awal, aturan hukum yang mengatur, sistem pengawasan dan pengelolaan, profit, serta tantangan dan persoalan pengelolaan BUMDes/BUMNag yang ditemui dilapangan dengan Pihak PMDPPKB dan Pengusaha BUMNag Tanah Datar. Komisi I menilai bahwa dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa, berbagai jenis usaha yang menunjang pendapatan Desa patut di dorong dan dikembangkan agar berdampak pada perekonomian masyarakat di Desa.

“Tidak hanya mendorong agar BUMDes dapat mencontohi untuk mendirikan berbagai jenis unit usaha oleh BUMNag seperti Pertashop, Komisi I juga mendukung dan mendorong agar terbentuknya kerja sama antar BUMDes/BUMNag, dan ini perlu segera ditindak lanjuti untuk mendatangkan keuntungan bagi Desa. Untuk itu, Komisi I meminta agar Dinas PMD Kabupaten Kepulauan Meranti selaku pembina BUMDes di Meranti agar merealisasikan Kerja Sama tersebut dengan Dinas PMDPPKB Tanah Datar jika memungkinkan”, ujar Ketua Komisi I, Pauzi, SE.M.I.Kom pada saat mengakhiri rapat.*

Senin, 14 Juni 2021

Bupati dan Wakil Bupati Meranti Ikut Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri Secara Daring


MERANTI - Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Muhammad Adil SH dan H Asmar mengikuti Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri yang dilaksanakan oleh Kementerian dalam Negeri mulai Senin (14/6/2021) sampai Jumat (18/6/2021). Pembekalan tersebut dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting.

Adapun pembekalan ini dilaksanakan dalam dua gelombang. Bupati Adil dan Wabup Asmar pula masuk dalam gelombang ke-2. Para kepala daerah yang ikut dalam gelombang ke-2 merupakan kepala daerah yang memenangkan pilkada 2020 dari nonpetahana.

Pembukaan pembekalan ini dilakukan oleh Mendagri Tito Karnavian. Sebelum pembukaan, Kepala BPSDM Kemendagri Dr Belly Isnaeni menjelaskan bahwa tantangan terkini pemerintahan daerah sangat kompleks terlebih dalam kondisi menghadapi pandemi Covid-19 serta dampaknya. “Diperlukan kepemimpinan daerah yang lincah, inovatif dan energik,” ungkapnya.

Sementara itu Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah untuk benar-benar memperhatikan dan menyukseskan prioritas pembangunan yang dibuat oleh Presiden. Terlebih saat ini tantangan akibat pandemi Covid-19 yang belum pernah dialami pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

“Efek domino pandemi ini perlu diantisipasi dan dicarikan solusi terbaik. Seperti dampak ekonomi dimana pendapatan menurun. Kita perlu memberi ruang kepada investasi. Jadi saya minta kepala daerah agar evaluasi Perda-perda atau Perkada-perkada yang menghambat investasi,” tegasnya.

Mendagri juga minta kepala daerah untuk mengefisiensikan birokrasi. Jabatan-jabatan yang dianggap bisa difungsionalkan agar difungsionalkan. Selain itu juga ditekankan upaya mengatasi pandemi yang belum maksimal di daerah-daerah.(Prokopim Meranti).

Kapolri Intruksikan Seluruh Kapolda Bentuk Kampung Tangguh Narkoba


JAKARTA - Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh Kapolda untuk membentuk Kampung Tangguh Narkoba. Instruksi ini disampaikan usai mengungkap jaringan narkoba internasional yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat dengan barang bukti 1,129 ton sabu.

"Saya minta untuk Kampung Tangguh Narkoba diciptakan di seluruh Indonesia untuk menekan peredaran narkoba," kata Sigit di Polda Metro Jaya, Senin (14/6/2021).

Menurut dia, Kampung Tangguh Narkoba dibentuk oleh jajaran kepolisian dengan menggandeng Pemerintah Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta stekholder terkait.
Sigit menginginkan setiap Kampung Tangguh Narkoba memiliki daya cegah dan daya tangkal terhadap ancaman narkoba.


"Terhadap peredaran yang ada segera bisa diinformasikan sehingga kemudian kita bisa tangkap, dengan harapan itu maka kita memiliki daya cegah dan daya tangkal," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Pada sisi lain, Sigit menyerukan kepada anggota untuk perang melawan narkoba dan menuntaskan permasalahan narkoba dari mulai hulu sampai hilir.
Mantan Kapolda Banten itu menekankan perlu membangun kerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada seperti BNN, Bea Cukai dan Ditjen PAS. 

"Pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Kita bisa bekerja maksimal dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada. Narkoba adalah ancaman kita bersama. Maka kita harus melenyapkan narkoba dari Indonesia. Ini butuh kerja keras serta kerjasama dari seluruh elemen, stakeholder dan masyarakat," ucapnya.

Pelihara Satwa Dilindungi, Seorang Pria di Merbau Ditangkap Polisi


MERANTI - Polisi menangkap Zn alias U (42) warga Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, karena menangkap dan memelihara satwa dilindungi jenis kukang, Minggu (13/6/2021).

Kabar penangkapan itu dibenarkan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, melalui Kapolsek Merbau Iptu Sahrudin Pangaribuan SH, disampaikan Kanit Reskrim Iptu Benny A Siregar SH MH.

Kata Benny, pengungkapan kasus ini berawal informasi dari masyarakat. Informasi itu menyebutkan bahwa Zn menangkap dan menyimpan seekor kukang di rumahnya Jalan Cempaka Kelurahan Teluk Belitung.

"Setelah mendapat informasi tersebut kita langsung bergerak menuju rumah terlapor, dan benar ditemukan seekor kukang di sebalik pintu rumah tersebut," kata Benny. 

Kepada polisi, ZN mengaku bahwa kukang tersebut ditangkap saat berada di atas pohon belimbing sekitar rumahnya, dan rencananya akan dibawa ke Kabupaten Bengkalis untuk dipelihara. 

"Berdasarkan Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, pasal 21 ayat 2 disebutkan bahwa setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup maupun mati," jelas Benny.

Saat ini terlapor beserta barang bukti diamankan di Mako Polsek Merbau untuk dilakukan proses lebih lanjut. (Humas Polres Meranti)

Sabtu, 12 Juni 2021

Jual 3,4 Kg Sisik Trenggiling Hasil Buruan, 2 Pelaku Ditangkap Polda Riau

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Andri Sudarmadi melakukan ekspos pengungkapan jual beli sisik trenggiling di Riau dan menangkap dua orang tersangka.

PEKANBARUDua orang pria ditangkap karena diduga terlibat jual beli sisik trenggiling.

Kedua pelaku berinisial RH (32) dan SS (36). Keduanya langsung ditahan di Mapolda Riau untuk kepentingan penyidikan.

"Kedua pelaku kami tangkap saat akan menjual sisik satwa trenggiling tersebut," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (10/6/2021).

Andri menyebutkan, para pelaku ditangkap awal Juni kemarin. Awalnya, anggota Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau menerima laporan ada penjualan sisik trenggiling.

Tepat pada 2 Juni 2021 sekitar Pukul 15.00 WIB, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku.

"Mereka tertangkap saat akan melakukan tindak pidana menyimpan atau memiliki kulit satwa yang dilindungi," ucapnya.

Para pelaku ditangkap di depan Arsad Islamic School di Jalan Imam Munandar, Pekanbaru.

Ketika itu para pelaku berencana menjual sisik tenggiling tersebut.

Polisi mengamankan dua kantong plastik berisi sisik trenggiling 3,4 Kg.

Sisik itu didapat pelaku dari hasil perburuan dan dijual untuk mendapat keuntungan.

"Pelaku mengaku satwa ini didapat dari hasil perburuan di Siak. Mereka mencari trenggiling lalu menjualnya. Dua orang ini pemiliknya," kata perwira menengah jebolan Akpol 1995 itu.

Polisi menjerat dua pelaku dengan Pasal 40 ayat (2) UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.(***)




Sumber : www.kompas.com

Pasang Iklan Anda Disini

Kesehatan

Android

Teknologi