Peringati Harlah NU Ke-95, Ramlan Abdullah : Semoga Melahirkan Aswaja Yang Senantiasa Menyebarkan Ahlussunah Waljmaah - TARGETRIAU

Senin, 01 Februari 2021

Peringati Harlah NU Ke-95, Ramlan Abdullah : Semoga Melahirkan Aswaja Yang Senantiasa Menyebarkan Ahlussunah Waljmaah


MERANTI - Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kepulauan Meranti beserta Badan Otonom (Banom) dan Lembaga peringati hari lahir (Harlah) Ke-95 Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan di masjid Istiqomah Desa Semukut Kecamatan Pulau Merbau, Jumat (29/01/2021) malam.

Kegiatan yang dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan dan berlangsung sederhana ini, dihadiri oleh Ketua PCNU Ramlan Abdullah dan Pengurus PCNU Kepulauan Meranti Bupati Kepulauan Meranti diwakili oleh Asisten III H.Rosdaner, S.Pd, M.Si, Camat Pulau Merbau Atan Ibrahim, M.Pd, Ketua PCNU Ramlan Abdullah, Sekretaris PCNU Dr.Imam Ghozali, Bendahara PCNU Kyai Mardio, kyai Nurdin pempinan Ponpes serta Pengurus GP Ansor, Pengurus Banser, ISNU, IPNU, IPPNU, Muslimat NU, Fatayat NU, PMII, Pengasuh Pondok Pesantren dan Tokoh Masyarakat Pulau Merbau.

Diketahui organisasi Islam terbesar di Indonesia ini lahir berawal dari riadhohnya para ulama khos di tanah Jawa akan kondisi keagamaan, sosial dan politik pada masa penjajahan.NU didirikan pada 31 Januari 1926 Masehi bersamaan 16 Rajab 1344 Hijriyah di Jombang.

Pada peringatan Harlah Nahdlatul Ulama yang ke-95 ini mengusung tema “Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan”.

Ketua PCNU Ramlan Abdullah dalam penyampaiannya menyampaikan bahwa NU sebagai organisasi sosial keagamaan, memiliki komitmen yang tinggi terhadap gerakan kebangsaan dan kemanusiaan.

“Harlah tahun ini mengambil tema menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan. NU sebagai organisasi sosial keagamaan, memiliki komitmen yang tinggi terhadap gerakan kebangsaan dan kemanusiaan. NU menampilkan Islam ahlussunah waljamaah ke dalam tiga pilar ukhuwah yaitu, ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniah,” ungkap tokoh pemekaran Kepulauan Meranti itu.

Ramlan juga menjelaskan bahwa tantangan Negara terkhusus masyarakat dan NU adalah globalisasi.
“Tantangan Bangsa Indonesia khususnya umat dan NU hari ini adalah globalisasi bahwa para penyebar Islam saat ini yang tak kuasa beradaptasi dengan keberadaan NU yang konsisten menjaga Indonesia. Bahwa dalam konteks masyarakat Aswaja, globalisasi bergerak melalui dua jalur, fundamentalisme dan Liberalisme Islam”.

“Kedua ideologi transnasional ini menjadi sama-sama mempengaruhi masyarakat Indonesia, khususnya muslim, dalam menjalankan praktik keagamaannya. Jika yang pertama mengkampanyekan Islam di Indonesia bernuansa Arab ditambah dengan adanya tindakan mengkafir-kafirkan muslim yang menjalankan praktek ibadah sesuai konteks lokal, maka yang kedua bekerja untuk membentuk pribadi muslim lebih liberal dan mengarah pada proses sekulerisasi”, jelas Ramlan Putra Asli Pulau Merbau Ramlan juga mengharapkan melalui peringatan Harlah NU ini, mampu memunculkan Aswaja yang senantiasa menyebarkan ahlussunah waljmaah.

“Semoga dengan peringatan Hari Lahir NU ke 95 ini diharapkan mampu menumbuhkan Aswaja yang senantiasa menyebarkan ahlussunah waljmaah dan meneguhkan kebangsaan sebagai wujud cita-cita besar menjadi perekat kebangsaan dan menjadikan Indonesia sebagai Negara yang baldatun warobbun ghofur. Selamat harlah NU-ku, NU kita semua,” pungkasnya.(***)




Sumber : meranticenternews.com

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments