Anak Meranti Hapuskan Air Mata Kesedihan Orang Tuanya, Tangisan Sedih Menjadi Tangisan Bahagia - TARGETRIAU

Selasa, 30 November 2021

Anak Meranti Hapuskan Air Mata Kesedihan Orang Tuanya, Tangisan Sedih Menjadi Tangisan Bahagia


MERANTI - Febriadi (21) anak kelahiran Dakap, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau berhasil menjadikan dirinya pria sejati yang tidak pernah menyerah dalam mengwujudkan cita-citanya menjadi Prajurit TNI.

Cita-cita yang pernah disampaikan disaat-saat dirinya duduk di Bangku Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, bahkan di Bangku Sekolah Menengah Atas (Madrasah Aliyah Bagan Melibur,red) Teluk Belitung, Kecamatan Merbau membuat dirinya berhasil menghapuskan air mata orangtuanya M Top- Ayah (Almarhum) dan ibunya Parida.

Pria kelahiran Dakap 06 Februari 2000 ini lulus menjadi Prajurit Tamtama Al setelah 5 kali Gagal baik itu Bintara maupun Tamtama sejak tahun 2018 hingga 2021.

"Alhamdulillah bang berkat doa dan usah serta keinginan untuk merubah nasib keluarga akhirnya saya lulus ditahun 2021 di Gelombang Pertama bulan tiga kemarin di Tamtama Al," kata Febriadi kepada Wartawan lewat Pesan WhatsApp Senin, (29/11/2021) malam.

Pria yang saat ini bertugas di Pangkalan TNI Angkatan Laut Dumai ini menceritakan kalau keluarganya dari kalangan bawah atau orang tidak berpunya. Bahkan, almarhum ayahnya hanya kuli pencari kayu dan ibunya hanya pemotong karet.

"Almarhum ayah dulu bekerja kayu bakau dan ibu memotong karet di Kampung halaman. Saya berpikir sampai kapan hidup seperti ini dan saya bersama Abang saya Irvan Aditira SAP yang tak lama lagi akan melaksanakan Wisuda berpikir untuk mengubah kehidupan," jelasnya.

Ditambahkan lelaki yang memiliki tampang serem ini membeberkan kalau dirinya mencari informasi terkait Penerimaan TNI Al dan kami mencobanya pada tes awal di Pekanbaru namun hasilnya gagal.

"Pertama ikut tes di Pekanbaru gagal, Tanjung Pinang gagal, Dumai gagal hingga 5 kali berturut-turut gagal dan Alhamdulillah Penerimaan Tamtama Al di gelombang Pertama bulan tiga kemarin lulus," bebernya seraya berkata kalau keluarganya sudah ada di Dumai (Ibu, Abang dan dirinya,red).

Terakhir ada pesan yang disampaikan oleh anak berdarah Melayu ini yakni, Tidak ada yang mustahil selama kita mau berjuang dan pastinya bisa. Jangan pernah takut akan kegagalan dan kegagalan itu adalah kesuksesan yang tertunda. (Bachktiar)

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments