Bupati Meranti H. Muhammad Adil, S.H Bersama Forkompinda Ikuti Agenda Panen Raya Padi - TARGETRIAU

Kamis, 20 Januari 2022

Bupati Meranti H. Muhammad Adil, S.H Bersama Forkompinda Ikuti Agenda Panen Raya Padi


MERANTI - Bupati Meranti H. Muhammad Adil, S.H Bersama Forkompinda Ikuti Agenda Panen Raya Padi dan Peresmian Lumbung Pangan serta Penyerahan Alat Panen Padi di Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir.(20/01/2022).

Mengawali acara selaku Gakpotan Wharsiman mengatakan bahwa, kita akan membuat program pertanian dan kami mendapat dukungan agar acara ini berjalan dengan baik, di Kedabu Rapat ini bagaimana mengelola peningkatan produksi padi dari IP100 hingga IP200 dan sudah kita rancang dari tahun kemaren hingga tahun 2022, mudah-mudahan bisa tercapai.

"Kita berhadapan langsung dengan selat Malaka dan  hampir nyaris hampir runtuh terkena abrasi semoga ada bantuan dari pemerintah dengan memberikan batu pemecah ombak, kami berharap kepada Bupati agar sama-sama kita melihat yang tak jauh dari ini hanyak 1KG", ungkapnya Wharsiman.

Kemudian sambutan PLT Kadis Pertanian Ifwandi mengatakan bahwa, bahwa ada 3500 H pada tahun 2021, dengan memproduksi rata rata 4 ton, 1 tahun kita mendapatkan beras 7000 ton untuk kebutuhan kita Kabupaten Kepulauan Meranti dan masih kurang 15 Ton karna permintaan beras sangat tinggi di Meranti. dan jika kite membuka lahan baru sangat besar biayanya.

"Alhamdulillah pada kesempatan ini di Desa Kedabu rapat ini sudah berhasil kita lakukan semoga bisa di ikuti gakotan-gakotan baru, kita berharap kita optimalkan lahan kita yang ada, tentu kita mengejar tingkat produksi kita Kudus petani yang hadir saat ini, andai kita bisa mengingkatkan indeks tentu kebutuhan akan terealisasi", katanya Ifwahndi.

"Kita di Meranti ada 2 lumbung pangan dengan mengunakan dana DAK mari kite perkuat dan harapan kita bagi gakpotan gakpotan bisa mengikuti hal tersebut", ungkapnya Ifwahndi.

Selanjutnya pengarahan Bupati Meranti H. Muhammad Adil, S.H sekaligus lakukan peresmian, dalam arahanya dia mengatakan bahwa kepada ibu/bapak sebelum saya mengawali acara ini, saya informasikan bahwa kalau pengen berobat cukup pakai KTP saja gratis tidak perlu bayar.


"Kemudian saya ingatkan kepada PU agar cepat melakukan pelelangan alat eskapator agar para petani lebih cepat melakukan penanaman padi, nantik untuk tanggul agar dilebarkan. Kemudian saya berharap kedepannya kalau uang tidak cukup nantik masing-masing punya kebun iuran beli minyaknya", katanya H. Muhammad Adil, S.H.

"Kepada kelapa desa cari minyaknya masukan pada anggaran add, jika tidak cukup juga masyarakat hendak patungan alias gotong royong kalau mau aman, karna anggaran ini tidak ada alias sudah di ketuk, hari ini kepada kadis suruh masyarakat melakukan penandatanganan atas kesepakatan hal tersebut", ungkapnya H. Muhammad Adil, S.H.

"Nanti kalau tanggulnya sudah siap, saya harapkan pada kadis agar memberikan ikan, jadi setiap tahun tidak satu panen aja tapi dua, barulah Meranti maju, saya dukung sekali akan hal ini dan berharap tahun ini BPNT sudah tidak payah lagi beli beras diluar dan kita perlu 340 ribu ton, jadi pertahunya 3.600 ton BPNT dan ini peluang untuk menuju masyarakat sejahtera dan kalau bisa semua kompak nanam padi semua", ungkapnya H. Muhammad Adil, S.H.

"Nantik akan ada juga Pertenakan dan jerami padi bisa kita manfaatkan untuk itu, Jadi ada 3 komponen yang menjadi peluang tentu warga yang ada di Kedabu Rapat akan sejahtera, tentang pendidikan kuliah bapak/ibu tidak perlu khawatir karna pemerintah daerah sudah menjamin juga Kesehatan yang ada di di Kabupaten Kepulauan Meranti tinggal bapak/ibu mau atau tidak", ungkapnya H. Muhammad Adil, S.H.

"Saya sudah mengagarkan anggran untuk kesehatan bagi masyarakat, jangan takut lagi untuk berobat jika tidak uang yang kita anggarkan akan sia-sia alias rugi, semuanya sudah clear untuk program Pendidikan, Kesehatan dan lainya, insyaallah dalam waktu dekat ada lagi bagi pelaku UMKM kita memberikan peluang untuk meminjamkan uang tanpa bungga dan sudah dilakukan MOU pada pihak bank", sebutnya H. Muhammad Adil, S.H.

"Masalah abarasi itu bukan wewenang kita pemerintah daerah tapi Mentri kelautan, dan ini adalah permintaan masyarakat yang ada di Meranti kalau dibiarkan lama-lama pulau ini akan musnah", akhirnya H. Muhammad Adil, S.H.

Bagikan berita ini

Disqus comments