Jembatan Perawang Ambruk, Kecamatan Tasik PutriPuyu Terancam Terisolir - TARGET RIAU

Selasa, 15 Agustus 2023

Jembatan Perawang Ambruk, Kecamatan Tasik PutriPuyu Terancam Terisolir


SELATPANJANG - Jembatan Perawang yang berada di Desa Selat Akar dan menghubungkan antara beberapa desa di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti ambruk pada Senin (14/8/2023) malam sekira pukul 23:15 Wib

Jembatan sepanjang 200 meter itu ambruk dan jatuh ke sungai diduga akibat tiang penahan konstruksi sudah keropos dan usang dimakan usia.

Jembatan dengan konstruksi Truss Bridge tersebut sudah diketahui mengalami kerusakan yaitu adanya penurunan pada pondasi dan struktur bangunan atas sehingga dapat membahayakan bagi yang melintas.

Sebelumnya jembatan itu dibeberapa bagiannya juga mengalami retak. Hal itu terlihat saat Plt Bupati Asmar meninjau kondisi jembatan tersebut di sela-sela  menghadiri peringatan hari jadi Kecamatan Tasik Putripuyu ke XI, Senin (24/7/2023) lalu.

Begitu juga 4 hari yang lalu, dimana jembatan tersebut baru saja dilakukan peninjauan dan pengecekan oleh pihak Dinas PUPR Riau. 

Untuk mewanti-wanti terjadinya kecelakaan, sebelumnya pihak desa juga sudah memberikan tanda dan rambu-rambu tanda bahaya agar tidak melaju dengan kecepatan tinggi dan dilarang membawa beban dengan tonase berat.

Camat Tasik Putri Puyu, Zainal mengatakan sebelum ambruk, jembatan tersebut mengeluarkan bunyi. Begitu mendengar suara keras tersebut, warga setempat pun langsung berhamburan, keluar rumah mendekati sumber suara. Tak ayal, lokasi itu seolah menjadi destinasi wisata baru, banyak warga yang berkerumun disana. Dikatakan tidak ada korban jiwa dilaporkan atas insiden tersebut.

"Kejadiannya sekitar jam 11 lewat. Sebelum ambruk mengeluarkan suara seperti dentuman. Saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa, karena saat itu kondisi jembatan sedang sepi," kata Camat Tasik Putri Puyu, Zainal.

Disebutkan, jembatan yang dibangun pada zaman Kabupaten Bengkalis itu selesai pengerjaannya pada tahun 2007 silam dan sejak Kepulauan Meranti dimekarkan menjadi sebuah kabupaten, jembatan itu belum ada dilakukan pemeliharaan sama sekali.

"Belum ada dilakukan pemeliharaan sejak dibangun dan saat ini jembatan tersebut menjadi wewenangnya PUPR Provinsi Riau. Kondisi jembatan yang patah panjangnya sekitar 70 meter dan ambruk ke dalam sungai," tuturnya.

Dikatakan Zainal, jembatan ini menjadi salah satu akses utama yang dilalui masyarakat, termasuk menjadi satu-satunya akses masyarakat memasarkan hasil perkebunan dan perikanan ke Kecamatan Merbau dan akses transportasi utama menuju ke ibu kota kabupaten di Kota Selatpanjang.

Zainal juga mengatakan akibat putusnya jembatan tersebut, ribuan masyarakat di wilayah tersebut terancam kesulitan untuk beraktivitas secara ekonomi guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Jembatan ini menjadi urat nadi masyarakat Kecamatan Tasik Putripuyu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan akses orang untuk berurusan ke ibukota Kecamatan Merbau dan ibukota kabupaten di Selatpanjang," ucapnya.

Dikatakan, selain akses orang yang tidak bisa dilewati dan barang akses barang yang terancam tidak bisa didistribusikan, pasokan listrik untuk Kecamatan Tasik Putripuyu yang berasal dari Teluk Belitung juga terancam.

"Saat ini listrik di seluruh Kecamatan Tasik Putripuyu yang berasal dari pasokan tenaga listrik di Teluk Belitung mengalami mati total akibat ambruknya jembatan tersebut," pungkasnya. (Red)

Bagikan berita ini

Disqus comments