BENGKALIS - Di tengah genangan air akibat banjir yang melanda sebagian wilayah Desa Teluk Latak, Kecamatan Bengkalis, semangat masyarakat untuk melaksanakan tradisi ziarah kubur pada Hari Raya Idul Fitri tetap tak surut. Warga tetap datang ke sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk berdoa dan membersihkan makam para leluhur mereka.
Tradisi ini berlangsung di beberapa titik, antara lain di TPU Masjid As-Sholihin, Masjid Riyadul Abidin, Mushalla Nurul Falah, Masjid Taqwa, dan Masjid Al Hadi Taqwa. Kendati kondisi lingkungan sebagian masih tergenang air, masyarakat tetap berbondong-bondong dengan penuh khidmat dan rasa hormat kepada orang tua serta sanak keluarga yang telah tiada.
Kepala Desa Teluk Latak, Mansur, memberikan apresiasi tinggi atas semangat dan kekompakan warganya.
Saya sangat mengapresiasi semangat masyarakat Teluk Latak yang tetap melaksanakan ziarah kubur meski kondisi tidak mudah karena banjir. Ini menunjukkan rasa hormat dan kepedulian yang tinggi terhadap tradisi dan nilai-nilai keagamaan,” ujar Mansur.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ziarah kubur bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga bentuk pelestarian budaya dan pengingat bagi generasi muda agar selalu menghormati orang tua dan leluhur mereka.
Semoga semangat ini menjadi contoh bagi anak-anak kita bahwa nilai kebersamaan dan penghormatan kepada orang tua harus dijaga selamanya,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat setempat menyebutkan bahwa tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam menyambut hari kemenangan. Selain berdoa, warga juga memanfaatkan momen ini untuk mempererat silaturahmi antar keluarga dan tetangga.
Meskipun cuaca tidak bersahabat, suasana haru dan kebersamaan tetap terasa di setiap sudut pemakaman. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar menjadi bukti bahwa banjir tidak mampu memadamkan semangat spiritual dan budaya warga Desa Teluk Latak.
