Tradisi Mandi Balimau Kasai di Teluk Latak Jadi Ajang Lestarikan Budaya dan Potensi Wisata - TARGET RIAU

Rabu, 12 November 2025

Tradisi Mandi Balimau Kasai di Teluk Latak Jadi Ajang Lestarikan Budaya dan Potensi Wisata


BENGKALIS – Tradisi Mandi Balimau Kasai yang digelar masyarakat Desa Teluk Latak, Kecamatan Bengkalis, kembali semarak pada Jumat (28/02/2025) di halaman Masjid As-Sholihin, Dusun Simpang Baru. Kegiatan bernuansa religius dan budaya ini menjadi simbol penyucian diri sekaligus bentuk pelestarian warisan leluhur yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Kepala Desa Teluk Latak, Mansur, menyampaikan rasa syukurnya atas kekompakan masyarakat yang tetap menjaga dan melestarikan adat Mandi Balimau Kasai. “Tradisi ini bukan hanya ritual menjelang Ramadhan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan serta memperkuat identitas budaya masyarakat kita,” ungkapnya.

Mansur berharap, kegiatan tahunan tersebut dapat dikembangkan menjadi agenda wisata budaya unggulan Kabupaten Bengkalis. Ia juga memberi apresiasi kepada para pemuda yang memadukan nilai tradisi dengan kreativitas, seperti menampilkan alat musik kentongan, ember bekas, dan kompang dalam nuansa islami.

“Anak-anak muda kita luar biasa. Mereka mampu menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan akar budaya. Inilah bentuk nyata cinta terhadap warisan leluhur,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Bengkalis, Hendra Jeje, S.T., yang turut hadir dalam acara, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian tradisi tersebut. Menurutnya, Mandi Balimau Kasai memiliki potensi besar untuk dijadikan destinasi wisata budaya yang memperkuat citra Bengkalis sebagai daerah yang Bermarwah, Maju, dan Sejahtera.
“Kita berharap kegiatan seperti ini terus berkelanjutan dan mendapatkan dukungan semua pihak. Selain bernilai spiritual, kegiatan ini juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan bahwa tradisi Mandi Balimau Kasai di Teluk Latak dibawa oleh para perantau asal Kabupaten Kampar yang telah menetap di desa tersebut lebih dari tiga dekade lalu. Kini, keberagaman budaya masyarakat Teluk Latak menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga keharmonisan dan tradisi.

“Sekitar separuh warga desa berasal dari Kampar, dan mereka berbaur dengan masyarakat tempatan. Tradisi ini menjadi simbol persatuan dan kebersamaan dalam keberagaman,” jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini diharapkan terus menjadi bagian dari identitas Desa Teluk Latak, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa lain dalam mengembangkan potensi budaya sebagai daya tarik wisata daerah.

Bagikan berita ini

Disqus comments