MERANTI - Setelah lebih dari satu dekade mangkrak, proyek pembangunan Pelabuhan Dorak Port di Kabupaten Kepulauan Meranti dipastikan akan kembali dilanjutkan dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kepastian ini menandai babak baru kebangkitan infrastruktur strategis yang diharapkan menjadi pintu gerbang utama logistik dan transportasi domestik di wilayah pesisir Riau.
Proyek Pelabuhan Dorak sebelumnya mulai dibangun pada tahun 2012 melalui skema multiyears 2012–2014 dengan total anggaran mencapai Rp185 miliar. Anggaran tersebut merupakan skema berbagi pembiayaan antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar Rp80 miliar serta Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp105 miliar.
Namun, hingga tahun 2013 progres pembangunan baru mencapai 40,7 persen dengan serapan anggaran sekitar Rp92 miliar. Proyek kemudian terhenti akibat persoalan hukum, khususnya terkait pengadaan lahan pada masa lalu, yang berdampak langsung terhadap terhambatnya pencairan dana APBN untuk kelanjutan pembangunan.
Kini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan tahun ini menjadi titik balik bagi kelanjutan pembangunan Pelabuhan Dorak. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menuntaskan seluruh persyaratan administrasi dan teknis agar proyek strategis tersebut dapat kembali berjalan sesuai rencana.
Sebagai langkah konkret, saat ini Pemkab Kepulauan Meranti tengah mempercepat tahapan krusial berupa pembebasan lahan seluas 3.187 meter persegi yang akan difungsikan sebagai pintu masuk utama Pelabuhan Dorak. Penyelesaian pembebasan lahan ini dinilai menjadi kunci utama agar pembangunan yang telah lama terhenti dapat dilanjutkan tanpa hambatan hukum di kemudian hari.
Pembebasan sisa lahan tersebut dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan proyek Pelabuhan Dorak kembali berjalan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan konektivitas, kelancaran arus barang dan jasa, serta penguatan perekonomian masyarakat Kepulauan Meranti.
Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, Muhamad Fahri, menegaskan bahwa penyelesaian pembebasan lahan tersebut menjadi syarat mutlak agar pembangunan lanjutan oleh pemerintah pusat dapat dilaksanakan.
“Pembebasan lahan ini menjadi prioritas utama. Tanpa penyelesaian tahap ini, pembangunan lanjutan oleh pemerintah pusat tidak bisa dilakukan. Saat ini pemerintah daerah sedang menyiapkan seluruh tahapan agar prosesnya bisa segera dilaksanakan,” ujar Fahri.
Ia menjelaskan, sejumlah tahapan teknis telah dirampungkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, mulai dari penyusunan studi kelayakan (Feasibility Study/FS), perhitungan estimasi nilai ganti rugi, hingga pembentukan Daftar Penilai Pengadaan Tanah (DPPT) serta penunjukan tim appraisal.
Berdasarkan hasil estimasi awal tim appraisal, nilai tanah berada pada kisaran Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per meter persegi. Untuk mendukung proses tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp500 juta yang bersumber dari APBD.
“Sejauh ini prosesnya berjalan sesuai rencana. Target kita pembebasan lahan ini bisa rampung pada awal tahun anggaran 2026,” jelas Fahri.
Setelah pembebasan lahan selesai, lahan tersebut akan langsung dihibahkan kepada Kementerian Perhubungan sebagai salah satu persyaratan dimulainya pembangunan fisik Pelabuhan Dorak.
“Lahan itu akan kami hibahkan ke pemerintah pusat. Ini merupakan hibah lanjutan setelah sebelumnya, pada tahun 2024 lalu, Pemkab Kepulauan Meranti juga telah menghibahkan lahan seluas 74.324 meter persegi,” ungkapnya.
Langkah percepatan pembebasan lahan ini juga sejalan dengan progres di tingkat pusat. Saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan tengah menyusun Rencana Induk Pelabuhan (RIP) serta Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Dorak sebagai dasar pembangunan ke depan.
Fahri menegaskan bahwa keberadaan pelabuhan laut resmi sangat penting bagi Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai daerah kepulauan yang hingga kini, meski telah berusia 17 tahun sebagai daerah otonom, belum memiliki pelabuhan laut yang representatif.
“Pelabuhan Dorak ini sangat strategis. Kami berharap dengan selesainya pembebasan lahan, pelabuhan ini bisa kembali bergerak dan menjadi simpul penting transportasi laut sekaligus penggerak ekonomi pesisir Meranti,” tuturnya.
Ia menegaskan, pembebasan lahan menjadi titik penentu kebangkitan proyek tersebut.
“Pembebasan lahan ini penentu. Kalau ini selesai, Dorak bisa hidup kembali,” tutup. (Red)
