Ramlan Abdullah Tokoh Pejuang Meranti Peduli Dengan Sejarah, Minta Agar Semua Saling Mengingatkan - TARGETRIAU

Selasa, 18 Mei 2021

Ramlan Abdullah Tokoh Pejuang Meranti Peduli Dengan Sejarah, Minta Agar Semua Saling Mengingatkan


MERANTI - Peristiwa politik dan sejarah perjuangan masyarakat 5 Kecamatan kala itu sekarang sudah bertambah menjadi 9 Kecamatan.

Salah seorang tokoh yang punya peranan penting dalam perjuangan pemekeran Kabupaten Kepulauan Meranti adalah Ramlan Abdullah.

Tugas kami mendirikan Meranti dari Kecamatan sekarang sudah menjadi Kabupaten yang usianya 12 tahun lebih, kami tak bisa ikut membangun karena masyarakat sudah menyerahkan pada mandat melalui pilkada 2020, tugas membangun saat ini ada pada Bupati dan wakil Bupati terpilih 2020". Kata Ramlan. 

Pertanyaannya apakah Bupati terpilih Periode 2010-2020 sudah membangun semua sarana dan prasarana yang menjadi kebutuhan masyarakat ?". Tanya Ramlan.

Setelah akhir jabatan Drs H. Irwan dan Drs H. Said Hasim, sekarang tugas membangun dikendalikan oleh Bupati terpilih 2020-2024, kami sebagai bagian pendiri Kabupaten Kepulauan Meranti akan merasa senang jika Kabupaten ini dipimpin oleh kepala daerah yang punya komitmen membangun dan dapat mensejahterakan masyarakat". Tutur Ramlan.

Komitmen kami, "Jika bupati bagus maka akan kita akan dukung, jika melenceng dari harapan para pendiri, maka kita akan koreksi bahkan kita lawan". Tegas Ramlan.
 
Pengalaman saya pribadi berlawanan dengan Bupati yang lama karena beliau bagian dari sejarah pembentukan Kabupaten yang sudah lari dan melenceng jauh dari harapan para pendiri .


Kami menyimpulkan Bupati lama gagal dalam meletakan pondasi pemerintahan, pembangunan dan tata kelola keuangan daerah.

Selanjutnya, Masyarakat diberi hak secara langsung atau tidak langsung mengkritik jika ada kebijakan yang tidak sesuai dengan aturan Kepala Daerah yang harus membuka ruang untuk diskusi dengan pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan kebijakan yang ada". Ujar Ramlan.

Isu yang lagi hot disetiap Grub WhatsApp, Facebook dan Warung - warung Kopi yaitu dimana hari pertama Pemda Meranti mulai kerja setelah libur Idul Fitri tangal 17 Mei 2021, Bupati Meranti melakukan Sidak disetiap OPD, didapati beberapa ASN dan Tenaga Honorer tidak masuk kantor, hal ini membuat Bupati H. M Adil SH berang dan mengeluarkan statmen bagi ASN yang masih bolos ngantor sanksinya tidak akan dibayar Insentif dan tunjangan lain selama satu bulan kedepan, sementara bagi Tenaga Honorer yang masih bolos diberi sanksi tegas yaitu pemecatan.

Kami memberi apresiasi atas sikap tegas Bupati H. M Adil SH dalam mengelola jajaranya, jangan kasi kendor bagi yang tidak disiplin". Ujar Ramlan.

Kami menyayangi sikap tokoh Pemekaran yang lain, yang memilih diam tanpa suara dengan situasi Meranti pasca pemekaran, terkesan malas merespon soal kesenjangan yang terjadi selama ini". Keluh Ramlan.

Bupati H. M Adil dan Wakil Bupati H. Asmar mungkin sedang menata centang prenang yang ada di tubuh ASN mapun Honorer, kalau saya lebih memberi peluang untuk ditata dan kelola secara baik. Kita belum dengar Bupati dan Wakil Bupati mengumpulkan yang baru, berbuat yang aneh, untuk itu Ramlan mengajak seluruh elemen masyarakat dan teman-teman media maupun LSM untuk ikut mengawal pemerintahan Bupati H. M Adil dan Wakil Bupati H. Asmar". Pungkasnya.(Jamal)

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments