Nasib 4.379 Honorer di Kepulauan Meranti Selesai - TARGETRIAU

Selasa, 04 Januari 2022

Nasib 4.379 Honorer di Kepulauan Meranti Selesai


MERANTI - Akhir tahun ini nasib 4.379 orang tenaga harian lepas atau yang lebih dikenal sebagai tenaga honorer di Kabupaten Kepulauan Meranti selesai.

Kontrak kerja mereka tidak akan diperpanjang seperti sebelumnya. Demikian disampaikan langsung oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti HM Adil kepada Media, Sabtu (28/8/21) siang.

"Kelanjutan tentang nasib honorer bulan dua belas nanti, semuanya selesai. Karena kontraknya sudah habis. Ada sekitar 4.379 orang itu. Kalau mereka tak terima ya terserah. Ya kalau mau demo juga gak apa-apa silakan," ungkapnya.

Langkah tersebut untuk meminimalisir keberadaan petugas honorer yang dianggap over dari batas wajar. Makanya sejalan dengan itu, Adil mengungkapkan akan kembali melakukan penyegaran dengan melaksanakan uji kompetensi pada awal tahun depan.

"Makanya awal tahun depan kita persiapkan uji kompetensi sebagai langkah seleksi ulang. Kapan? ya tunggu saja tanggal mainnya. Yang jelas kita analisa dan lakukan kajian teknis sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja masing-masing OPD. Pada dasarnya tetap akan kita sesuaikan dengan jumlah pegawainya," ujarnya.

Sebelum menuju ke sana saat ini ia mengaku sedang melakukan penempatan seluruh pejabat strategis di lingkungannya. Dalam pekan depan masih fokus kepada penempatan eselon III dan IV, setelah itu seleksi JPTP untuk penempatan eselon II.

"Setelah penetapan eselon II, III, dan IV, baru awal tahun nanti OPD mengajukan tenaga honorer yang dibutuhkan. Penempatannya disesuaikan dengan bidang kemampuan yang telah dilakukan uji kompetensi.

"Misal BPKAD ada empat Kabid dan delapan Kasi, di situ ditentukan pegawainya butuh berapa dan tenaga honorernya berapa. Itu akan dilakukan kajian teknis secara ketat. Makanya dengan begini nantinya ke depan lebih mudah kita mengaturnya," jelasnya.

Ia optimis di struktur pemerintahannya ke depan akan menggunakan jajaran perangkat daerah yang benar-benar memiliki kemampuan mumpuni. Adil mengaku terpaksa mengambil kebijakan tersebut, mengingat 2022 Meranti sudah menerapkan pola smart city. "Jadi semua kerja melalui daring saja," ujarnya.(***)



Sumber : riaupos.jawapos.com

Bagikan berita ini

Disqus comments