PDIP INGINKAN BUPATI ADIL TETAP MENGIRIM KHAFILAH DALAM AJANG MTQ RIAU MENDATANG - TARGETRIAU

Senin, 28 Februari 2022

PDIP INGINKAN BUPATI ADIL TETAP MENGIRIM KHAFILAH DALAM AJANG MTQ RIAU MENDATANG


Merespon pernyataan Bupati pada acara STQ di Kec. Merbau dan Kec. Tasik Puteri Puyu beberapa beberapa hari lalu, DPC PDI Perjuangan Meranti angkat bicara untuk mengingatkan H. Adil agar menarik pernyataanya kembali, hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPC PDIP Meranti Jagdev Shing melalui telfon selulernya. Jika hal itu benar, tentu sangat disayayangkan pernyataan Bupati Meranti yang berkemungkinan tidak mengikut sertakan khafilah dari Meranti dalam ajang bergengsi di Provinsi Riau. 

Iya, saya sangat menyayangkan sikap Bupati Meranti, karena Meranti menjadi khafilah yang diperhitungkan dalam momentum yang berbasis keagamaan tersebut, sebagaimana yang saya ketahui bahwa Meranti pernah menempati juara umum II beberapa kali dalam ajang keagamaan ini, tentu menjadi PR Bupati dalam meningkatkan kualitas Qori dan Qoriah asal Meranti agar meningkat menjadi juara umum 1 melalui acara MTQ pada tahun-tahun mendatang. 

Bagaimana mungkin kita bisa mengetahui kualitas peserta dari Meranti, termasuk kelebihan dan kekurangan peserta dari negeri kota sagu ini ketika Pemerintah tidak mengutus utusan dari Meranti, jadi saya harap Bupati harus tetap membetangkatkan peserta dari Meranti dalam ajang keagamaan ditingkat Provinsi Riau Tahun 2022 ini". Ungkap Ketua PDIP Meranti dalam sambungan selulernya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Sekertaris PDIP Meranti H. Khalid Ali, pimpinan DPRD Meranti ini sungguh sangat menyayangkan pernyataan Bupati H. Adil, "beliau menyebutkan bahwa terkait minimnya anggaran, itu hanya alibi yang disampaikan untuk tidak memberangkatkan utusan dari Meranti dalam ajang MTQ tingkat Provinsi Riau. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa peserta dari Meranti sudah mengharumkan nama daerah beberapa kali, terkait anggaran untuk utusan keberangkatan, tentu menjadi PR Bupati dalam menyelesaikanya, karena itu wewenangnya eksekutif. Jadi jangan mencari-cari alasan yang tidak logis untuk tidak memberangkatkan peserta dari daerah kita." Tutupnya.

Senada dengan pernyataan Ketua dan sekertaris DPC PDIP Meranti, Wakil Ketua DPC PDIP Meranti Rudi Tanjung juga menegaskan hal yang sama, "saya kira memberangkatkan peserta dari Meranti bukanlah bahagian dari pada pemborosan anggaran, Kabupaten/Kota lain yang tidak finish sebagai juara saja masih bersemangat untuk memberangkatkan khafilahnya dengan harapan bisa menjadi juara, sementara Bupati Meranti menyatakan kemungkinan tidak akan memberangkatkan kalau tidak juara umum 1.

Jadi harapan saya Bupati menarik kembali pernyataanya terkait kemungkinan tidak memberangkatkan peserta untuk ajang MTQ tingkat Provinsi di Kabupaten Rokan Hilir tahun 2022 ini, sehingga kita betul-betul tahu kelemahan peserta dari Meranti yang kemudian bisa dimaksimalkan pelatihanya agar menjadi pemenang pada momentum MTQ ditahun depan. Tutup pria yang pernah menjadi Ketua Koalisi Pemenangan AOK. (Red)

Bagikan berita ini

Disqus comments