SABUT KELAPA POTENSI YANG TERBUANG - TARGETRIAU

Sabtu, 26 Februari 2022

SABUT KELAPA POTENSI YANG TERBUANG

Sugeng, SE

Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan penghasil buah kelapa terbesar nomor dua di Provinsi Riau setelah Kabupaten Indragiri Hilir dengan luas areal perkebunan kelapa di Meranti  +- 32.315 hektar dengan total pendapatan buah kelapa +- 7.866.000 kilogram atau sebesar 7.866 ton setiap tahunnya Sabtu 26/2/2022.

Selama ini buah kelapa di tingkat petani hanya dijual dalam bentuk kelapa bulat ke negara tetangga malaysia dan selebihnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan industri rumah tangga sedangkan sabut kelapanya di buang dan dibakar begitu saja.

Sabut kelapa merupakan limbah hasil pengupasan buah kelapa yang memiliki potensi yang dapat dikembangkan di masa depan dalam upaya pembangunan ekonomi di subsektor agroindustri dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal  untuk mengangat kesejahteraan petani dan membuka lapangan pekerjaan.

Sebenarnya kita di Meranti kehilangan potensi pendapatan dari  hasil sabut kelapa  miliyaran rupiah per tahun. Angka ini diperoleh dari perhitungan jumlah produksi buah kelapa di Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2021 +- 7.866.000 kilo gram dapat menghasilkan sabut olahan ( cocofiber )  +- 1.966.500 kilo gram   dengan harga pasar exspor Rp 2500 – 3000,-/ kilo gramnya.

Produk olahan sabut kelapa yang populer menjadi komoditas ekspor adalah cocofiber yang merupakan bahan baku industri matras, jok dan tali sabut. 

Sementara produk sampingannya berupa cocopeat merupakan bahan yang cocok digunakan sebagai media tanam dan kerajinan yang pemasarannya untuk di dalam negeri.  

Sebenarnya pasar exspor masih terbuka lebar tujuan ekspor seperti Tiongkok, Italia dan Jepang.  Sementara untuk limbah coco peat, ia berhasil menembus  pasar ekspor ke negara-negara, Jepang, Korea, China, Kanada hingga  Eropa( Belanda, Belgia, Jerman  dan Italy )

Melihat potensi sabut kelapa yang cukup besar di Kabupaten Kepulauan Meranti diharapkan hadirnya BUMD dan BUMDes dapat bersinergi memanfaatkan limbah sabut kelapa tersebut sebagai produk exspor unggulan  dengan membuka jaringan pasar, membangun industri pengolahan sabut kelapa ditingkat petani nantinya dapat dikelola oleh BUMdes sehingga akan menambah pendapatan baik bagi BUMDes nya sendiri maupun bagi para petani kelapa di Kabupaten Kepulauan Meranti.



Penulis: Nurhadi

Bagikan berita ini

Disqus comments