Dialog Ki Dalang Jaga Dalam Acara Silaturahmi INBISNIS GROUP BANTEN, Sinergi Kolaborasi Solusi Permasalahan Sampah di Indonesia - TARGETRIAU

Senin, 09 Mei 2022

Dialog Ki Dalang Jaga Dalam Acara Silaturahmi INBISNIS GROUP BANTEN, Sinergi Kolaborasi Solusi Permasalahan Sampah di Indonesia


Siapa yang tak kenal DALANG ??? Ayo bersama DALANG  - Kita daur ulang sampah &  jaga alam sekitar kita tetap hijau dan lestari jadi tema pembuka acara dialog silaturahmi & sinergi kolaborasi Workshop Dalang di CV. Khazanah Teknik Indonesia yang dibawakan oleh Suryandi  pada Kamis 05 Mei 2022.

Ya kami Adalah DALANG, tapi Kami bukan dalang biasa, Kami adalah DAUR ULANG, Kami bukan Dalang yang dikenal masyarakat Indonesia dalam dunia seni budaya perwayangan ujar aktivis lingkungan hidup & pengelolaan daur ulang sampah khususnya ekonomi sirkular, Suryandi.

Acara dialog permasalahan dan solusi sampah serta sirkular ekonomi diadakan dalam Rangka  Silaturahmi dan Sinergi Kolaborasi Oleh Inbisnis Group Banten yang dilaksanakan di kantor CV. Khazanah Teknik Indonesia, Cimone Tangerang - Banten.

Acara dihadiri oleh Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI) yang diketuai oleh Dr. Ir. Retno Sri Endah Lestari MSc. PhD dan rekan, Dr. Bambang Gunawan SpOG Pengiat Seni, Budayawan &  Lingkungan Hidup, Lukas Cristian dari Gerakan Kopi Persahabatan, Marwan Duta Petani Milenial, Iva Hasanah dari PT. Mariva Flona Semanan serta awak media dari perkumpulan media online Indonesia (MOi) yaitu post banten group, inbisnis.id & jurnalis nusantara satu.com

Diskusi dan dialog pun jadi tambah menarik saat Suryandi mengajak Peserta dialog untuk melihat praktek langsung proses daur ulang sampah dengan mesin Dalang. Mesin dalang Terdiri dari 2 buah mesin beserta perlengkapannya.

Mesin pertama adalah mesin pemilah sampah organik dan non organik, Mesin kedua adalah mesin pengolahan Sampah Plastik daur ulang menjadi Produk jadi. Nanti Kita olah sampah plastik daur ulang  menjadi papan, balok dan aneka kreasi kreatif lainnya seperti pajangan atau hiasan rumah, Ungkap Suryandi dalam Praktek Pengolahan Sampah Daur Ulang.

Para Peserta Dialog sangat antusias melihat langsung praktek pengolahan daur ulang ini. Ketua Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI) Dr. Ir. Retno Sri Endah Lestari MSc, PhD pun bertanya, Berapa Lama prosesnya dan Berapa banyak Bahan Baku Sampah Plastik yang dibutuhkan untuk membuat Produk Jadi seperti papan ? Dan Suryandi Tionardi menjawab Prosesnya Cukup Cepat dengan proses cetak 1 Produk Jadi Papan Plastik ini hanya membutuhkan  waktu 10 menit dengan bahan baku 12 Kg sampah plastik daur ulang.

Suryandi pun menunjukan juga beraneka ragam produk jadi dari hasil pengolahan sampah plastik daur ulang, Seperti stoper, tiang pembatas plastik, balok Plastik, Cetakan Patung Hiasan dinding dan Satu perahu pengangkat sampah untuk disungai yang sedang dalam proses pembuatan.

Hebat Dalang, Keren Karya - Karya yang sangat Inovatif produknya dan bisa menjadi salah solusi terbaik untuk permasalahan persampah di Indonesia, Kelola daur ulang Sampah Jadi Berkah, Ungkapan Kekaguman dari Dr. Bambang Gunawan SpOG dan Ketua ISWI.

Dr. Bambang SpOG sebagai penggiat seni & budayawan yang sekaligus penggiat & pencinta lingkungan hidup berkomentar... Wah Saya jadi sangat bangga melihat kemandirian anak bangsa dan generasi muda yang mampu memproduksi karya - karya kreatif dan inovatif dalam pengelolaan daur ulang sampah di Program Dalang dari Inbisnis Banten, karena Saya sangat senang dengan Seni Budaya warisan luhur bangsa khususnya budaya pertunjukan Wayang, boleh dong Saya sebut program ini jadi Program Ayo jadi Ki Dalang Jaga.

Apa itu ,  itu adalah Singkatan dari Kita  Daur Ulang Jaga Alam, komentar tersebut disambut dengan tepuk tangan dan Kekaguman dari semua yang hadir dalam acara dialog silaturahmi dan sinergi kolaborasi.

Suryandi  akhir mengajak semua yang hadir dalam acara dialog silaturahmi untuk bersama - sama menanda tangani produk prasasti dari papan plastik yang  akan diabadikan sebagai bukti sinergi kolaborasi inbisnis Banten dalam program dalang dan papan prasasti tersebut rencananya akan dipasang pada perahu atau kapal penangkap sampah yang saat ini sedang dalam proses pembuatannya. (***)



Laporan : Nurhadi

Bagikan berita ini

Disqus comments