Masyarakat Meranti Apresiasi Kebijakan Presiden Jokowi Mencabut Larangan Ekspor - TARGETRIAU

Minggu, 22 Mei 2022

Masyarakat Meranti Apresiasi Kebijakan Presiden Jokowi Mencabut Larangan Ekspor


MERANTI - Kebijakan Presiden Ir H Joko Widodo, yang secara resmi mencabut larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan dibukanya kran ekspor minyak tentunya akan berdampak positif bagi masyarakat.

Terkait kebijakan itu, masyarakat pun memberikan apresiasi kepada presiden Jokowi. Seperti halnya di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, masyarakat berharap kiranya kebijakan tersebut makin berdampak pada meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khusus di daerah ini.

"Kami mengapresiasi kebijakan presiden kita tersebut dan berharap kegiatan ekspor CPO berjalan lancar hingga masyarakat bisa merasakan dampak positifnya," ujar Candra, konsumen minyak goreng di Desa Tanjung samak, Kecamatan Rangsang, Sabtu (21/5/2022). 

Sama halnya Ica, yang juga berharap berbagai kebijakan pemerintah, termasuk dibukanya kran ekspor CPO oleh presiden dapat menjadi langkah baik dalam memajukan perekonomian Indonesia.

"Langkah bapak presiden Jokowi ini patut kita dukung. Semoga ekonomi Indonesia makin meningkat," ucap wanita paruh baya asal kota Selatpanjang, Kecamatan Tebing itu. 

Sementara itu, Paijan, pengecer minyak goreng di pulau Rangsang, Kepulauan Meranti, mengharapkan agar pemerintah terus memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha dengan adanya kebijakan seperti itu.

"Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan atas kebijakan presiden kita. Ini akan berdampak positif bagi pelaku usaha serta masyarakat," sebut Paijan.

Sebagaimana diketahui, setelah mengambil langkah kebijakan dengan mengeluarkan larangan untuk ekspor komoditi andalan Indonesia ini pada 28 April 2022 lalu, presiden Jokowi kemudian mengeluarkan pernyataan resmi untuk membuka kembali kran ekspor pada Kamis (19/5/2022) kemarin.

Menurut Jokowi, diperbolehkannya kembali kegiatan ekspor, karena pasokan minyak goreng telah melebihi kebutuhan dalam negeri.

"Saya memutuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022," kata Jokowi.

Merespon kebijakan presiden tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, mengajak semua pihak khususnya di Bumi Lancang Kuning, untuk mendukung kebijakan strategis Presiden Jokowi ini.

Disebutkan Irjen Iqbal, dengan dibukanya kembali keran ekspor, pastinya akan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani sawit di Riau.

Masyarakat tentunya juga sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Presiden dan pemerintah yang telah mendengarkan aspirasi mereka.

"Pastinya ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat khususnya di Riau," kata Irjen Iqbal, Jumat (20/5/2022).

Ia pun memberikan warning atau peringatan keras, jangan sampai ada pihak atau 'mafia' yang masih berani mencoba melakukan perbuatan penyelewengan.

Disebutkan Jenderal polisi bintang dua ini, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah tegas bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran.

"Kepada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang masih saja mencoba mengambil kesempatan untuk mengeruk keuntungan, jangan coba lagi main-main. Saya pastikan akan ditindak secara tegas," ancamnya.

Diungkapkan Kapolda Riau, kepentingan masyarakat tentunya menjadi hal utama yang harus diprioritaskan.

Maka dari itu, kepolisian akan melakukan pengawasan ketat mulai dari hulu ke hingga hilir. Hal ini juga sesuai dengan perintah Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pihak kepolisian katanya, akan bekerjasama dengan pemerintah dan stake holder terkait dalam hal pengawasan ini.

Dipaparkan Kapolda Riau, ini dilakukan tak lain adalah untuk memastikan distribusi minyak goreng sebagai kebutuhan masyarakat, bisa berjalan lancar tanpa kendala. Serta ketersediaan di pasaran, bisa terjamin.

Seperti halnya saat sempat terjadi kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu, jajaran Polda Riau bergerak cepat dengan mengambil sejumlah langkah strategis.

Polda Riau berupaya mencarikan solusi atas permasalahan yang terjadi saat itu. Bahkan Kapolda Riau, juga turun langsung ke lapangan melakukan peninjauan proses produksi minyak goreng di salah satu perusahaan di Dumai.

"Kita tidak ingin hal serupa (kelangkaan minyak goreng, red) terjadi lagi. Apalagi kita Riau, terkenal sebagai penghasil dan lumbungnya minyak sawit. Mari kita sama-sama menjaga jangan sampai ada terjadi penyimpangan," sebut jebolan Akpol 1991 ini.

Irjen Iqbal juga memerintahkan seluruh jajarannya di Riau, agar bisa memantau kondisi ketersediaan minyak goreng di pasar.

"Pastikan kondisi dalam keadaan normal. Kita sama-sama bekerja sesuai domain masing-masing, dan pesan saya kepada perusahaan jangan merugikan masyarakat," tutupnya

Bagikan berita ini

Disqus comments